Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

10 Penjaga Pembunuh Bos Asaba Ditahan
Selasa, 10 Mei 2005 | 19:45 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 10 orang prajurit TNI Angkatan Laut ditahan setelah pelarian dua terpidana mati pembunuh bos Asaba, Boediharto Angsono. Menurut Komandan Polisi Militer AL Pangkalan Utama II Kolonel Kinkin Saroso, mereka dianggap lalai dalam bertugas.

Sepuluh prajurit itu telah diperiksa secara internal oleh Polisi Militer AL. "Bisa jadi mereka terlibat dalam kaburnya dua tahanan TNI AL," kata Kinkin kepada Tempo, Selasa (10/5). "Ini teknik investigasi saja, siapapun perlu dicurigai."

Dua bekas marinir, Kopral Suud Rusli dan Letnan Satu Syam Ahmad Sanusi, yang divonis mati karena dinyatakan terbukti membunuh Boediharto melarikan diri dari sel Polisi Militer AL di Bungur, Jakarta Pusat, Kamis (5/5) dini hari. Sepuluh orang yang ditahan merupakan petugas piket saat itu. Menurut Kinkin, mereka kini ditahan di ruang tahanan disiplin Pangkalan Utama AL II di Jalan Bungur Raya Jakarta.

Di tempat berbeda, Komandan Polisi Militer Brigjen Marinir Soenarko G.A. menambahkan, kesatuannya juga memeriksa dan meminta keterangan orang-orang yang sering membesuk kedua terpidana mati itu. Kebanyakan dari mereka adalah kerabat Syam Ahmad Sanusi.

Empat orang sipil, kata Soenarko, dimintai keterangan karena mereka paling sering membesuk. "Sedangkan yang satu-dua kali membesuk tidak perlu kami periksa," kata dia.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut, Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf, menyatakan lembaganya akan bekerja secara maksimal unutk menangkap kembali dua tahanan. "Itu tanggungjawab kami karena mereka ditahan di sel Angkatan Laut," kata Malik. Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Defile TNI AL pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ABRI ke-48 di Kemayoran, Jakarta, 1993. [ TEMPO/ Rini PWI; 19D/113/1993; 20020417 ]. Kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berlabuh di pangkalan ALRI Teluk Ratai, Lampung. [TEMPO/ Hidayat SG; 07D/241/1991; 20040721].
Kapal ALRI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TNI AL Kejar Pembunuh Bos Asaba Hidup Atau Mati
Dua Tahanan Polisi Militer Angkatan Laut Buron
Para Kepala Staf TNI Naik Pangkat
TNI AL Larang Security Agent di Selat Malaka
TNI AL Membongkar Penyelundupan 15 Ribu Ton Gula
RI-Malaysia Setuju Tempatkan Kekuatan Berimbang di Ambalat
Malaysia-RI Setuju Kurangi Kapal Perangnya di Ambalat
AL RI-Malaysia Sepakat Kasus Ambalat Selesai
KSAL Bertemu Panglima Laut Malaysia di Batam
Pimpinan Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia Akan Bertemu
> selengkapnya...


Referensi

Kekuatan TNI AL
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Jalur Motor Bukan Solusi Kemacetan Jakarta
Nadine Rela Menekuk Badan
Raikkonen Siap Bantu Massa
Presiden Minta Heru Lelono Jelaskan Soal Super Toy
Pajak Kendaraan Bermotor Disepakati Naik 1-2 Persen

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data