Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Nazaruddin Tetap Bantah Tahu Dana Taktis
Senin, 09 Mei 2005 | 19:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Komisi Pemilihan Umum Nazaruddin Sjamsuddin konsisten membantah mengetahui tentang dana taktis. "Saya tahu jumlah Rp 20 miliar itu pun dari koran,"katanya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR di Jakarta, Senin (9/5) siang.

Dalam rapat itu, Komisi II menanyakan tentang dana taktis yang, menurut Kepala Biro Keuangan Hamdani Amin dalam pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi, diperoleh dari rekanan dan dibagi-bagikan ke seluruh pegawai di KPU. "Saya tidak tahu apakah ada anggota DPR yang menerima?"ujar Nazaruddin menjawab Komisi II yang juga menanyakan hal tersebut. Ia beralasan, di KPU ada dua elemen pertanggungjawaban. Selain yang ia ketahui, ada pula urusan yang dikelola Sekretariat Jenderal KPU.

Idham, anggota Komisi II dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, berpendapat hal itu tidak sesuai dengan asas institusi. "Pertanggungjawaban itu satu. Formal maupun nonformal, sebagai ketua mestinya tahu,"katanya.

Idham juga heran mengapa Nazaruddin tidak tergerak bertanya tentang dana taktis ke pihak Sekretariat. "Saya tidak bisa tanya, sekjennya sudah pensiun sejak Januari,"ujar Nazaruddin.

Pada rapat itu, KPU membantah ada penyimpangan anggaran sebesar Rp 90,292 miliar, seperti yang ditunjukkan hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan. Menurut Idham, pimpinan KPU mengakui penyimpangan Rp 90 miliar itu, tapi tidak dalam bentuk tunai.

Alasan Nazaruddin, KPU sebagai institusi, saat persiapan Pemilu 2004, harus membuat keputusan strategis. "Kalau pemilu tertunda, apa yang terjadi? Kami analisa itu. Kami bicara ekonomi, stabilitas, pasar. Konsekuensinya macam-macam. Inilah yang tidak dipahami sebagian orang,"ujarnya.

Nazaruddin juga membantah anggota KPU memiliki hubungan dengan rekanan. "Tidak ada. Semuanya melalui panitia tender,"sanggahnya. Setelah melewati panitia tender, menurutnya, barulah berhubungan dengan panitia pleno KPU.

Ibnu Rusydi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung dalam pendaftaran verifikasi partai politik (Parpol) peserta Pemilu di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 17 September 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K20A/171/2003; 20030917] KOTAK SUARA HASIL PEMILU TAHUN 1999, JAKARTA TAHUN 1999   [BERNARD CHANIAGO; 27D/206/99; 990807].
Akbar Tandjung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dana Taktis Diketahui Rapat Pleno KPU
Ketua KPU Dituding Instruksikan Penyuapan
KPU Sampaikan Klarifikasi ke DPR
Hamdani Mengaku Hanya Jalankan Perintah
Rusadi: Penaikan Harga Tinta Keputusan Pleno KPU
Semua Anggota KPU Terima Dana Taktis
Hamdani Amien, Kepala Biro Keuangan KPU Jadi Tersangka
Hamdani Amien Siap Jadi Tersangka
Wapres Serahkan Pergantian KPU ke DPR
BPK Menolak Serahkan Audit KPU ke Penegak Hukum
> selengkapnya...


Referensi

Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Syarat Kesehatan Calon Presiden
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
UU RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Perubahan Atas UU No. 3 Tahun 1999 Tentang Pemilu
> selengkapnya...

Website

Partai Demokrat
Partai Keadilan
Partai Golkar
Partai Kebangkitan Bangsa
Koalisi Media untuk Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data