|
Nasional
TNI AL Kejar Pembunuh Bos Asaba Hidup Atau Mati
Senin, 09 Mei 2005 | 15:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Markas Besar TNI Angkatan Laut menyatakan akan terus mengejar dua terpidana mati kasus pembunuhan Direktur PT Asaha Boedyharto Angsono yang kabur dari sel Polisi Militer Angkatan Laut, Kamis pekan lalu. "Akan kami kejar hidup atau mati. Namun, kami mengimbau kepada keduanya agar menyerahkan diri," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut Laksamana Pertama Abdul Malik Yusuf di Markas Besar TNI Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta.
Bersama Komandan Polisi Militer Angkatan Laut Brigjen Marinir Sunarko GA, Malik membenarkan bahwa dua bekas anggota Marinir tersebut, Letnan Dua Marinir Syam Ahmad Sanusi dan Kopral Dua Marinir Suud Rusli, telah melarikan diri dari tahanan Polisi Militar Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) II, Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat. "Kami memperkirakan kejadiannya sekitar pukul 04.00 pagi, Kamis, 5 Mei dengan cara menggergaji terali besi," kata Yusuf.
Menurut Komandan Polisi Militer Angkatan Laut, sebelum kejadian, sekitar pukul 03.00 WIB, petugas jaga mengecek ruang tahanan. Saat itu, tahanan masih lengkap delapan orang anggota militer, termasuk dua orang yang kabur, dan satu orang pegawai negeri sipil yang dalam pengawasan Polisi Militer Lantamal II. "Pagi hari, petugas jaga menemukan ruang tahanan kedua orang itu kosong menjelang salat Subuh," kata Sunarko.
"Kami segera memerintahkan jajaran POM AL membentuk tim untuk mengejar kedua buronan," Sunarko menambahkan. Sampai saat ini, upaya pengejaran dilakukan secara intensif oleh jajaran POM AL bekerja sama dengan jajaran intelijen TNI Angkatan Laut dan Polri. (Agus Supriyanto)
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|