|
Nasional
Pemerintah Didesak Usut Kematian Suprihatin
Minggu, 08 Mei 2005 | 02:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Migrant CARE mendesak Departemen Luar Negeri dan Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi turun tangan dalam kasus kematian yang menimpa seorang buruh migran asal Ponorogo bernama Suprihatin.
Aktivis Migrant CARE Wahyu Susilo mengatakan Suprihatin tewas mengenaskan setelah dijatuhkan majikan perempuannya dari lantai 19 apartemen tempat tinggal majikannya pada tanggal 24 April 2005.
Namun, dalam penyidikan polisi Hongkong dinyatakan bahwa Suprihatin tewas akibat stres dan bunuh diri. Dari pemberitaan di koran berbahasa Mandarin Oriental Daily, polisi menyatakan Suprihatin stres karena keluarganya adalah korban tsunami.
Kejanggalan-kejanggalan terungkap dalam investigasi yang dilakukan organisasi-organisasi buruh migran Indonesia di Hongkong. Suprihatin diketahui merupakan warga Ponorogo dan bukan berasal dari Aceh sehingga alasan stres karena tsunami adalah kebohongan majikan.
Menurut keterangan Tutik Imam Badjuri (teman sesama pembantu rumah tangga yang bekerja satu apartemen dengan Suprihatin), Suprihatin sering mengeluhkan kelakuan kasar majikannya.
Anehnya, kata Wahyu, hingga saat ini pihak Konsul Jenderal RI di Hongkong mempercayai sepenuhnya penyelidikan polisi Hongkong yang hanya berdasar pengakuan majikan. Tidak ada inisiatif proaktif dalam mengupayakan investigasi tuntas sebab-sebab kematian Suprihatin.
Atas dasar kasus tersebut, Migrant CARE mendukung sepenuhnya inisiatif organisasi buruh migran Indonesia di Hongkong yang mengupayakan investigasi ulang dan desakan agar ada tindakan yang serius dari KJRI di Hongkong.
maria
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
 |
 |
| Protes Menuntut Perlindungan Bagi TKI
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|