Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam

Kontak Tembak di Aceh Utara
Jum'at, 06 Mei 2005 | 17:36 WIB

TEMPO Interaktif, Lhokseumawe:Seorang personil TNI, Prajurit Dua Marinir Jumario, tewas tertembak dan Sersan Kepala Marinir Yohanes, mengalami luka tembak saat terjadi baku peluru dengan pihak Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Desa Ulee Titi Matang Anoe, Kecamatan Senundon, Aceh Utara, Jumat (6/5) pukul 09.00 pagi.

Dalam insiden itu, dari kelompok GAM -- dua orang yang bernama samaran Rimueng dan Thailan tewas, dan seorang bernama samaran Buris, mengalami luka tembak. Seorang anggota GAM dikabarlan berhasil meloloskan diri.

Prada (Mar) Jumario sudah dipulangkan ke daerah asalnya di Cilacap, Jawa Tengah dengan menggunakan Helikopter TNI AL setelah upacara pelepasan jenazah di landasan heli KP3, Lhokseumawe jam 3 sore. Sedangkan Serka (Mar) Yohanes yang mengalami luka tembak, hingga berita diturunkan masih dirawat secara intensif di RS TNI AD Lhokseumawe.

Wakil Panglima Komando Operasi TNI, Brigjen Suroyo Gino yang bertindak selaku inspektur upacara pelepasan jenazah mengatakan, gugurnya Prajurit Jumario saat menjalankan tugas operasi secara maksimal untuk mengamankan masyarakat dari gangguan keamanan. “Dan itu merupakan tugas yang sangat mulia,” kata Suroyo.

Usai melepas jenazah, kepada wartawan Suroyo menyebut, peristiwa tersebut terjadi saat pasukan TNI dari Armada Marinir 7, melakukan patroli rutin untuk pengaman di kawasan Ulee Titi Matang Anoe. Ketika hendak pulang, tanpa disadari, Pasukan TNI berkekuatan 4 regu ini bertemu dengan pasukan GAM secara frontal. Akibatnya, pertempuran sengit selama 15 menit tidak dapat dihindari.

Imran MA

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Bendera Gerakan Aceh Merdeka / GAM setelah diturunkan di Sarinah, Jakarta 28 Juli 2000 [TEMPO / M. Safir Makki; 30d/495/2000; 2000/08/25]. Papan nama di bekas kantor Dirjen RTF (Radio Televisi Film) yang dicoret-coret oleh anggota GAM dengan tulisan
Aceh
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Parlemen Jepang Puas atas Transparansi Bantuan Bencana
ADB Buka Kantor di Medan
Tim Penyeleksi LSM untuk Rekonstruksi Aceh Akan Dibentuk
Uni Emirat Arab Berencana Bangun Kota Terpadu di NAD
MoU LSM Asing Ditandatangani Besok
Farid Gaban : Heran Sikap Polisi Bubarkan Paksa Aksi damai
Presiden Lantik Badan Rekonstruksi Aceh
Lima Penjual Miras Ditangkap di Aceh
Pemerintah Minta Swedia Tetap Cegah Tiro dkk Pimpin Pemberontakan
Kejaksaan Swedia Hentikan Penyidikan Pemimpin GAM
> selengkapnya...


Referensi

Pemeriksaan Hasan Tiro
Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Hasan Tiro dan Kasusnya
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
Inpres RI nomor 7 Tahun 2001 Tentang Langkah - Langkah Komprehensif Dalam Rangka Penyelesaian Masalah Aceh

Website

Departemen Pertahanan
Gerakan Aceh Merdeka
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< May,2005>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data