|
Presiden Lantik Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi
Rabu, 04 Mei 2005 | 19:45 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang terdiri dari 48 orang anggota serta tiga penasehat. Pelantikan berlangsung di Istana Negara Rabu sore (4/5).
Mereka yang terpilih sebagai penasehat adalah Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh SH, Kapolri Jenderal Da'i Bachtiar, dan Kepala Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Arie Soelendro. Sedangkan dari 48 anggota tim, duduk sebagai ketua merangkap anggota adalah Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Hendarman Supandji SH. Ada pun yang menjadi wakil ketua adalah Direktur III Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Polisi Indarto SH, serta Deputi Bidang Investigasi BPKP Drs. Nasib Padmomihardjo.
Pembentukan tim antikorupsi ini diputuskan melalui Keputusan Presiden No. 11 tahun 2005 tanggal 2 Mei 2005. Selanjutnya anggota tim akan bertugas selama dua tahun dan dapat diperpanjang jika diperlukan.
Saat memberi sambutan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, tugas tim tidak ringan. Pemberantasan korupsi, kata presiden, adalah prioritas dan agenda penting pemerintah. "Sebagai presiden saya juga akan melakukan percepatan pemberantasan tindak pidana korupsi," katanya.
Langkah-langkah pencegahan dan penindakan korupsi, menurut Yudhoyono, telah dan terus dilakukan terhadap seluruh penyelenggara negara yang diduga korup. "Kini langkah itu akan semakin kita intensifkan, antara lain dengan terbentuknya tim ini," kata presiden. Ia lalu menyitir sebuah pepatah, "Sekali roda dan mesin pemberantasan korupsi telah berputar, jangan pernah berhenti."
Kepada anggota tim, presiden sceara khusus menginstruksikan agar mereka melaksanakan tugas sesuai dengan UU dan hukum yang berlaku. Presiden menambahkan, prioritas tim adalah keputusan rapat koordinasi tindak pidana korupsi pada 28 April yang lalu. Dalam rapat itu, ditetapkan ada sekitar 16 BUMN, empat departemen, dan tiga lembaga swasta. "Dan ada 12 orang, mereka yang melarikan diri atau bersembunyi, itu harus kita cari," kata Presiden.
Ia juga berpesan pada tim agar membentengi diri sendiri dan jangan tergoda. "Jangan justru ikut-ikutan terlibat korupsi," kata presiden.
Yudhoyono mengakui, memang tidak sedikit pihak yang memandang skeptis pembentukan tim antikorupsi, bahkan ada yang mencemooh. Tapi, kata presiden lagi, itulah wujud bunga demokrasi. "Jangan habiskan waktu utnuk menanggapi yang begitu-begitu, tetapi konsentrasikan energi pikiran dan tenaga untuk menjalankan tugas," imbuhnya
Dimas Adityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|