Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Anggaran untuk Ambalat Segera Dialokasikan.
Sabtu, 30 April 2005 | 00:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah dan pemimpin DPR sepakat untuk mempertahankan blok Ambalat, yang kini menjadi wilayah sengketa dengan Malaysia. Namun, DPR meminta agar pemerintah tetap mengedepankan prinsip diplomasi.

Ketua DPR Agung Laksono mengemukakan, guna menunjang upaya itu, Dewan siap membahas alokasi anggaran untuk menyelesaikan sengketa itu. Agung tak mau memberi ancar-ancar berapa anggaran yang mungkin disiapkan. "Yang pasti kami sudah siap," ujarnya hampir tengah malam tadi seusai rapat tertutup antara pemimpin DPR dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. DPR berjanji akan terus memberikan dukungan politik untuk mempertahankan daerah perbatasan.
Dalam pertemuan itu, DPR juga merekomendasikan agar batas-batas wilayah dikelola lebih sungguh-sungguh.

Adapun Presiden menyatakan, pemerintah dan Dewan sepakat untuk segera menyusun UU Wilayah Nasional. Menurut dia, pemerintah akan segera mengkaji ulang kebijakan dan strategi pertahanan, serta memperbaharuinya.

Adapun untuk Ambalat, Presiden menugaskan TNI untuk terus menjaganya. Presiden pun memerintahkan agar Panglima TNI menjaga wilayah perbatasan sesuai UU No. 3/2000 tentang Pertahanan Negara. "Teknis mempertahankan Ambalat diserahkan kepada juru runding yang sudah dipersiapkan," ujarnya.

Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden Rapat Tertutup dengan DPR di Istana
Presiden: Indonesia Krisis Air
Operasi Pemberantasan Korupsi Akan Dimulai dari Istana
Presiden Ancam Pelaku Illegal Logging
Hakim Minta Jaksa Hadirkan Presiden
Zimbabwe Tertarik Produk IPTN
Presiden Minta Karya Pemimpin Terdahulu Dipelihara
Indonesia dan Afrika Selatan Adakan Pertemuan Bilateral
Lima Persen Renewable Energy Pada 2020
DPR Pertanyakan Dominasi Militer di Dephan
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Sekondan yang Menantang Akbar
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Pembobol Dana BNI Radio Dalam Dicokok
Hasil Undian Liga Champions
Harga Rumah di Inggris Turun Tercepat dalam 18 tahun  
Harga Rumah di Inggris Turun Tercepat dalam 18 tahun
Kompolnas Belum Beri Pertimbangan pada Presiden

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data