Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

TNI AL Larang Security Agent di Selat Malaka
Jum'at, 29 April 2005 | 17:36 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) melarang security agent swasta maupun pihak-pihak selain TNI AL melakukan pengawalan untuk menjaga keamanan di perairan Selat Malaka.

Kepala Staf Komando Armada Barat, Marsekal Pertama Moeklas Sidik, menyatakan sampai sekarang TNI belum pernah dihubungi dan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang mengaku sebagai agen pengawal perusahaan perkapalan. Ia juga tidak pernah sekalipun memberikan ijin pengawalan kepada mereka, sehingga mereka yang melintas di perairan Indonesia akan ditangkap.

"Otoritas perairan kami, maka kami yang menjaganya," kata Moeklas seusai melepas pemberangkatan Operasi Bhakti TNI AL Surya Bhaskara Jaya ke 54 tahun 2005 ke Nias dan Simeuleu, Jumat (29/4).

Selama ini, kata dia, operasi penjagaan keamanan di perairan Selat Malaka sudah dibingkai dalam Patkor Malsindo (patroli koordinasi antara tiga negara Malaysia-Singapura-Indonesia), sedangkan dengan Singapura dilakukan Patkor Indosin (patroli koordinasi Indonesia Singapura).

Operasi Malsindo, ujar Moeklas, dilakukan sepanjang tahun untuk menjaga Selat Malaka dengan pola sendiri-sendiri, dan model serta peralatan menurut spesifikasi masing-masing.

Sebelumnya, Malaysia juga melarang penggunaan pengawal bersenjata di kawasan Selat Malaka (Koran Tempo, 27/4). Direktur Keamanan Dalam Negeri Malaysia Othman Talib mengatakan, banyak perusahaan perkapalan menggunakan jasa pengamanan swasta untuk mengawal kapal mereka saat melintasi Selat Malaka yang rawan perompak.

Kehadiran pasukan swasta itu--yang umumnya mantan anggota pasukan komando atau angkatan bersenjata--dinilai membahayakan perairan Asia. Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Defile TNI AL pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ABRI ke-48 di Kemayoran, Jakarta, 1993. [ TEMPO/ Rini PWI; 19D/113/1993; 20020417 ]. Kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berlabuh di pangkalan ALRI Teluk Ratai, Lampung. [TEMPO/ Hidayat SG; 07D/241/1991; 20040721].
Kapal ALRI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

TNI AL Membongkar Penyelundupan 15 Ribu Ton Gula
RI-Malaysia Setuju Tempatkan Kekuatan Berimbang di Ambalat
Malaysia-RI Setuju Kurangi Kapal Perangnya di Ambalat
AL RI-Malaysia Sepakat Kasus Ambalat Selesai
KSAL Bertemu Panglima Laut Malaysia di Batam
Pimpinan Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia Akan Bertemu
DPR : Panglima TNI Harus dari Angkatan Laut
TNI AL Akan Bangun Pangkalan Besar di Tarakan
Dephan Jajaki Pembelian Kapal Selam Jerman
Pakar Militer : TNI Enggan Mengikuti Perubahan Zaman
> selengkapnya...


Referensi

Kekuatan TNI AL
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa
Bupati Aceh Besar Mundur, Surat ke Menteri Ditulis Tangan
Simulasi Pemilihan 2009 Dinilai Tak Efektif
Bapepam Akan Gugat Eurocapital
Buffon Bantah Hengkang ke City

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data