|
Theo: Saya Rela Mati Demi Anak
Jum'at, 29 April 2005 | 02:52 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Theo F. Toemion mengaku tidak mempedulikan ancaman Kedutaan Amerika Serikat atas insiden pemukulan yang ia lakukan di Jakarta International School, Ahad (17/4) lalu.
"Terserah, mau mati pun demi anak saya rela," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal di Belanda yang dihubungi Tempo dari Jakarta, Kamis (28/4).
Politikus PDI Perjuangan itu menyatakan tidak ada masalah bila Amerika Serikat tidak mengeluarkan visa baginya. "Silakan saja, saya cinta Indonesia. Apalah artinya Amerika buat saya," ia menambahkan.
Demi anak, Theo menyatakan juga tidak ada masalah jika dilarang masuk komplek Jakarta International School. Ia juga mengaku tidak peduli dengan pemberitaan tentang insiden pemukulan di media massa.
"Selama keluarga saya bersatu, istri saya mencintai saya, anak-anak saya juga baik dengan saya, saya tidak peduli dengan pandangan orang," ia menuturkan.
Kendati begitu, ia mengaku sudah meminta maaf secara terbuka kepada manajemen sekolah dan Kedutaan Amerika atas tindakannya. Jika diminta, ia juga menyatakan siap memberi kompensasi uang kepada korban bila diperlukan.
Tentang langkah Kedutaan Amerika melaporkan kasus ini ke polisi, Theo juga mempersilakan. Ia juga mengaku sudah berinisiatif menghubungi Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jenderal Firman Gani untuk menjelaskan kasus ini.
"Janganlah mentang-mentang Amerika itu negara adikuasa, lalu menekan Indonesia melalui kepolisian," kata dia. "Kasihanlah anak saya, usia tujuh tahun diperlakukan secara rasialis." Rengga
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|