|
Nasional
TNI Boikot Pertemuan Indonesia-Timor Leste
Kamis, 28 April 2005 | 13:42 WIB
TEMPO Interaktif, Kupang:Jajaran TNI dan Satgas Pasukan Pengaman Perbatasan RI-Timor Leste memutuskan untuk memboikot seluruh agenda pertemuan yang berkaitan dengan masalah perbatasan kedua negara.
Dialog baru akan dibuka kembali, menurut Danrem 161 Wirasakti Kolonel Inf. Amir Hamka Manan, apabila masalah penembakan Lettu (Art) Deddy Setyawan oleh anggota polisi nasional Timor Leste Kamis pekan lalu sudah diselesaikan dan para pelakunya sudah diproses secara hukum. "Pertemuan-pertemuan rutin yang biasanya dilaksanakan di Denpasar maupun wilayah perbatasan untuk sementara dihentikan,"kata Amir di Kupang, Kamis (28/4).
Menurut Kolonel Amir, TNI tidak akan menghadirinya kalau belum ada kejelasan soal insiden penembakan itu.
"Percuma saja kita bertemu dan menghabiskan banyak uang sementara di lapangan, Timor Leste selalu menyimpang dari kesepakatan-kesepakatan itu,"ujarnya.
Hasil analisa sementara TNI, menurut Amir membuktikan bahwa penembakan itu telah direncanakan sebelumnya karena lima anggota polisi nasional yang bertugas di Border Patroly Union(BPU) tersebut datang bersama-sama dengan para penyelundup dan melindungi mereka. "Ini salah satu bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan kita bahwa TNI dan BPU sama-sama menjaga perbatasan agar tidak ada penyelundupan. Kenyataannya tentara kita ditembak dan penyelundup dilindungi,"katanya.
Amir meminta tidak ada perlu ada pertemuan lagi kecuali Timor Leste secara transparan mau mengakui keselahan dan meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Ke-enam perwira TNI yang dikirim dari Mabes TNI untuk melakukan investigasi diperbatasan sudah berada di Atambua dan akan segera melakukan olah TKP dan mencari data-data dan kronologis penembakan untuk diserahkan kepada Panglima TNI. "Laporan tersebut akan menjadi pegangan untuk membicarakannya secara bilateral dengan pemerintah Timor Leste,"ujarnya.
TNI akan menyerahkan persoalan ini untuk diselesaikan ditingkat negara apabila Timor Leste tetap pada posisi tidak transparan atau kurang serius menanggapi persoalan yang sebenarnya. Berdasarkan data yang diperoleh dari Paspamtas TNI, dalam setahun terakhir lebih dari 1.000 pelanggaran yang dilakukan oleh warga Timor Leste di perbatasan. "Pelanggaran terbanyak yakni penyelundupan dan pelanggaran garis batas,"kata Kolonel Amir.
Jems de Fortuna
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|