|
Zainuddin Masih Calon Terkuat Pimpin PBR
Rabu, 27 April 2005 | 19:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Zainuddin Mz. masih diunggulkan untuk kembali memimpin Partai Bintang Reformasi. Untuk mengimbangi "da'i sejuta umat" itu, para kandidat lain terus menggalang lobi politik. Demikian situasi hari kedua Muktamar ke-1 PBR di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Rabu (28/4).
Dalam rapat pleno membahas pertanggungjawaban pengurus, 33 pengurus provinsi menyatakan menerima. Dalam pemandangan umumnya, mayoritas di antara mereka bahkan menyebutkan Zainuddin sebagao calon ketua umum periode 2005-2010.
Hanya tujuh pengurus provinsi yang menginginkan perubahan pemimpin, yakni Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Gorontalo, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Riau. Sedangkan Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan tidak membacakan calonnya.
Tiga pengurus wilayah menyatakan bersikap netral dan mendukung semua calon ketua umum. Empat pengurus lainnya secara tegas mendukung Zainuddin dan menyebutkan Bursah Zarnubi sebagai calon sekretaris jenderal.
Beberapa pengurus yang secara tegas memberikan dukungan kepada Zainuddin adalah Sumatera Utara, Sumatera Barat, NAD, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Tengah, Bengkulu, Jambi, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Papua.
Namun, pengurus PBR Jawa Timur menuai protes dari bawah karena menyatakan mendukung Zainuddin. "Saya dan teman-teman sangat menyesalkan karena merasa sangat dikhianati," kata Fahmi S. Bahmid, Sekretaris PBR Jawa Timur, yang menyatakan bahwa pada rapat sebelumnya ada kesepakatan untuk mendukung Zaenal Ma?arif, wakil Ketua DPR, sebagai calon.
Zainal Ma'arif dan pendukungnya langsung menggelar pertemuan dadakan melihat situasi ini. Pendukung Zainal yang diklaim sebesar 11 pengurus provinsi dan 100 pengurus kabupaten/kota menyatakan akan konsisten dengan keputusannya. Mereka meminta Zaenal untuk terus maju ke dalam bursa pencalonan.
"Kami akan terus memberikan dukungan kepada Zaenal karena ingin melakukan perubahan PBR agar tidak semata berlandaskan pada figur tapi sosok yang memiliki wawasan," kata HM Sayuti, Ketua PBR Kalimantan Selatan.
Zaenal sendiri menyatakan sangat kecewa karena menilai muktamar tidak demokratis. Pencalonan ketua umum sudah dianggap sebagai perjuangan perebutan kekuasaan. "Bukan untuk menegakkan ruh partai yang selama tiga tahun ini hilang," tuturnya.
Sementara itu Ade Nasution menemui sesama kandidat, yakni Jafar Badjeber. Mereka berbicara selama kurang lebih 10 menit. Yuliawati
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung (kiri) bersalaman dengan Ketua Umum Partai Bintang Reformasi (PBR) KH Zainuddin MZ dalam acara pendaftaran verifikasi partai politik (Parpol) peserta Pemilu di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 17 September 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K20A/171/2003; 20030917]](/hg/photostock/2005/01/25/s_K20A17107_high_thumb.jpg) |
![Ulama, K.H. Zainuddin M.Z., berceramah pada tabligh akbar Kirab Beduk Masjid Agung Sunan Ampel, Festival Istiqlal ke-2 di Surabaya, 15 September 1995. [TEMPO/Ali Said; 34D/127/2004; 20040611].](/hg/photostock/2005/01/11/s_34D12703_high_thumb.jpg) |
| Zainuddin MZ dan Akbar Tandjung
|
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|