Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Banjir di Aceh Tenggara, 16 Tewas
Rabu, 27 April 2005 | 17:11 WIB

TEMPO Interaktif, Banda Aceh: Bencana masih belum pergi dari tanah Aceh. Pada Selasa (26/4) menjelang tengah malam, banjir melanda tiga desa di Kecamatan Badar, Kutacane. Setidaknya 16 jiwa terenggut, dan 30 orang luka-luka di Desa Lawe Mengkudu, Desa Lak-lak, dan Desa Lawe Ger-Ger.

Daerah yang terparah adalah Desa Lawe Mengkudu, sekitar 30 rumah penduduk di sana hancur di sapu air bah dari gunung. Penduduk Desa Lawe Mangkudu, Syahbidun, yang barada di Pendopo Bupati Aceh Tenggara saat dihubungi dari Banda Aceh, menyebutkan, pada saat air bah turun dari gunung itu melanda desa mereka, masyarakat panik.

"Karena malam hari kami tidak menyangka ada banjir," kata dia. Dikatakannya, air menerjang dengan ketinggian tiga meter. Air menggulung bebatuan dan kayu-kayu gelondongan selama setengah jam. Air surut dan mengalir ke Sungai Alas, sungai terbesar di Aceh Tenggara.

Ketua PMI Aceh Tenggara, Indra Utama, menyatakan, para penolong dari PMI dan TNI/Polri serta masyarakat terus mencari korban hingga hari ini. "Ada sekitar sepuluh orang yang dilaporkan hilang oleh keluarganya," kata dia yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu siang.

Korban yang luka-luka saat ini dirawat di Rumah Sakit Kutacane, Aceh Tenggara, sekitar 13 kilometer dari lokasi. Beberapa di antaranya adalah anggota Polres Aceh Tenggara.

Sementara itu, Staf Bagian Operasi Polres Aceh Tenggara, Aiptu Erizal mengakui ada satu orang personil Brimob BKO yang menjadi korban banjir tersebut. Dua personil lainnya luka-luka dan dirawat di salah satu RS di Medan.

Erizal yang berada di Kantor Polres Aceh Tenggara saat dihubungi dari Banda Aceh, mengatakan, sampai saat ini masih dilakukan upaya pencarian terhadap korban. Sejumlah orang diperkirakan masih ada di aliran sungai Alas. "Banyak mayat ditemukan di sungai Alas, setelah dibawa arus," tuturnya. Aadi Warsidi


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Larang LSM Asing di Aceh Bekerja untuk Separatis
137 LSM Asing Terlibat Rekonstruksi Aceh
Korban Tsunami dapat Kaki Palsu
BPK Belum Audit Dana Bantuan Tanggap Darurat
Delegasi BPK se-Dunia Kunjungi Aceh
Indonesia Menerima Hibah US$ 500 Juta
Audit Bantuan Kemanusian Aceh Akan Gunakan Sistem Terbaik
Laporan Pemerintah Tentang Tsunami Belum Selesai
Malnutrisi Balita Pengungsi Aceh Sama Dengan Non Pengungsi
Kayu Impor Untuk Aceh Harus Dikoordinasikan Dengan Menhut
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data