|
Pejabat Negara Mengamuk di Jakarta International School
Rabu, 27 April 2005 | 14:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Seorang pejabat negara yang membidangi investasi mengamuk dan memukuli pelatih basket berwarga negara Amerika Serikat. Peristiwa ini berlangsung di lapangan olahraga Jakarta International School (JIS) di Terogong, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (17/4) lalu.
Sumber Tempo mengisahkan, insiden itu bermula ketika sang pejabat menonton anaknya yang tampil dalam pertandingan bola basket. Tiba-tiba anaknya yang duduk di kelas I itu keluar lapangan. Rupanya pelatih mencatat dia telah membuat kesalahan lima kali. Istri si pejabat yang menyimak pertandingan dari dekat tak menerima keputusan pelatih. Ia protes.
Sang pejabat yang asyik merekam jalannya pertandingan dengan handycam segera menghampiri istrinya yang tengah ribut. Sulit ditengahi. Adu mulut pun berbuntut cekcok.
Pelatih itu melontarkan ucapan yang menyulut emosi sang pejabat.
Bogem mentah mendarat ke muka pelatih. Suasana makin tak keruan ketika dua pengawal si pejabat ambil bagian. Mereka ikut mengayunkan pukulan ke arah dua bule lain dan beberapa orang yang mencoba melawan. "Salah seorang murid high school (sekolah lanjutan) hidungnya patah," kata sumber tadi.
Polisi sempat datang melerai. Namun, pihak kepolisian sampai berita ini diturunkan belum bisa mengusut. Alasannya, polisi belum mendapat pengaduan korban ataupun JIS. "Tidak ada laporan yang masuk soal JIS," ungkap Ajun Komisaris Besar Ghufron, Kepala Polres Metro Jakarta Selatan.
Petugas keamanan JIS bungkam. "Saya tidak dapat berkomentar. Ini bukan wewenang saya," ujar Direktur Security JIS Richard Grezl. "Kepala sekolah yang bertanggung jawab memberikan komentar."
Dr Niall Nelson, Kepala Sekolah Dasar JIS yang dihubungi Tempo, berharap insiden itu bisa diselesaikan secara internal. Pihak-pihak yang tidak terlibat langsung, kata dia, tidak perlu ikut campur.
"Peristiwa yang terjadi saat pertandingan basket sudah ditangani dan segera selesai. Pihak luar harap menghargai proses penyelesaian yang saat ini tengah berlangsung," kata Nelson kemarin. Permintaan ini juga dia sampaikan melalui edaran surat kepada para orang tua murid.
Insiden itu sudah sampai ke Kedutaan Besar Amerika Serikat. Menurut Atase Pers Kedubes AS Max Kwak, saat ini kedutaan sedang membahas kasus penganiayaan yang menimpa beberapa warga negara AS di JIS. "Kami akan memberi keterangan setelah mengetahui secara persis segala sesuatu mengenai kasus ini," katanya, Selasa. Rengga/Amal/Raden
Baca juga di Koran Tempo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|