|
Nasional
BPK Belum Audit Dana Bantuan Tanggap Darurat
Selasa, 26 April 2005 | 17:13 WIB
TEMPO Interaktif, Banda Aceh:Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Anwar Nasution mengakui pihaknya belum mengaudit dana bantuan dalam masa tanggap darurat di Aceh.
Karena itu ia belum mengetahui berapa jumlah dana bantuan yang masuk dalam masa tanggap darurat bencana di Aceh. "Karena pemerintah belum siap melaporkan dana tersebut," katanya kepada wartawan saat mengantar 58 delegasi BPK dari berbagai negara donor di dunia mengunjungi Banda Aceh, siang tadi (26/04).
Anwar menyebutkan, BPKP Aceh pernah menyiapkan laporan dana tanggap darurat tetapi ternyata belum memenuhi syarat untuk diaudit. BPK sendiri, kata dia, telah menyiapkan auditor untuk mengaudit dana tersebut. Namun, audit baru akan dilakukan setelah pemerintah menyiapkan laporan.
Seharusnya, laporan telah siap pada hari ke 100 pascatsunami. "Jelas citra kita kurang baik kalau terlambat diaudit, tapi kalau pemerintah belum lapor, kami mau audit apa," kata Anwar.
Audit dana tersebut sangat penting untuk dilaporkan ke masyarakat. Kemudian nantinya juga akan dilaporkan kepada para pemeriksa keuangan dari negara-negara donor.
Anwar juga menyebutkan, baru kali ini jumlah bantuan swasta lebih besar, tetapi negara donor nantinya hanya akan mempersoalkan bantuan yang dikeluarkan atas nama pemerintah mereka dan lembaga di bawah pemerintah. Adi Warsidi
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution berbincang-bincang sebelum memulai rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu.
[TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].](/hg/photostock/2004/12/28/s_AR03021817_high_thumb.jpg) |
![Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX DPR di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta, Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].](/hg/photostock/2004/12/24/s_BC02112065_high_thumb.jpg) |
| Anwar Nasution dan AM Hendropriyono
|
|
| Anwar Nasution, Syahril Sabirin dan Miranda Goeltom
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|