|
| |
|
![(Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution berbincang-bincang sebelum memulai rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu.
[TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].)](/hg/photostock/2004/12/28/s_AR03021817_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX DPR di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta, Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].)](/hg/photostock/2004/12/24/s_BC02112065_high_thumb.jpg) |
|
(Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution berbincang-bincang sebelum memulai rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu.
[TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].) |
|
|
(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX DPR di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta, Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].) |
|
|
|
|
![(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta. Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].)](/hg/photostock/2004/12/24/s_BC02112060_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta. Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].)](/hg/photostock/2004/12/24/s_BC02112071_high_thumb.jpg) |
|
(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta. Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].) |
|
|
(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta. Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].) |
|
|
|
|
![(Gubernur Bank Indnesia (BI), Syahril Sabirin (kanan) bersama Deputi Senior Gubernur BI, Anwar Nasution (kiri) di sela-sela rapat kerja dengan komisi IX DPR di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta, Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].)](/hg/photostock/2004/12/24/s_BC02112070_high_thumb.jpg) |
|
|
|
 |
|
(Gubernur Bank Indnesia (BI), Syahril Sabirin (kanan) bersama Deputi Senior Gubernur BI, Anwar Nasution (kiri) di sela-sela rapat kerja dengan komisi IX DPR di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta, Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].) |
|
|
(Menteri Negara Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Dorodjatun Kuntjoro-Jakti (tengah) didampingi Menteri Riset dan teknologi (Menristek), Hatta Rajasa (kedua dari kanan), Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rini MS Suwandi (kanan) dan Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (ketiga dari kiri) pada Rapat Koordinasi (Rakor) Perekonomian yang membahas mengenai "Bio Terorism" di Gedung BPPT, Jakarta, 18 Maret 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K13A/164/2003; 20030414].
) |
|
|
|
|
![(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri) bersama beberapa pemimpin satuan kerja dan pemimpin kantor Bank Indonesia pada acara pelantikan pejabat BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2003. Selain acara pelantikan juga digelar acara penandatanganan pencanangan inisiatif Bank Indonesia 2003. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030320].)](/hg/photostock/2004/12/16/s_AR03022717_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kanan), menyalami Presiden Direktur (Presdir) Bank Internasional Indonesia (BII), Henry Ho Hon Cheong, dalam acara Serah Terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada BI di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422] )](/hg/photostock/2004/12/10/s_SM04042222_high_thumb.jpg) |
|
(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri) bersama beberapa pemimpin satuan kerja dan pemimpin kantor Bank Indonesia pada acara pelantikan pejabat BI di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis, 27 Februari 2003. Selain acara pelantikan juga digelar acara penandatanganan pencanangan inisiatif Bank Indonesia 2003. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030320].) |
|
|
(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kanan), menyalami Presiden Direktur (Presdir) Bank Internasional Indonesia (BII), Henry Ho Hon Cheong, dalam acara Serah Terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada BI di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422] ) |
|
|
|
|
![(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422])](/hg/photostock/2004/12/09/s_SM04042221_high_thumb.jpg) |
|
|
|
![(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), berslaman dengan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422])](/hg/photostock/2004/12/09/s_SM04042220_high_thumb.jpg) |
|
(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), dan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422]) |
|
|
(Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), berslaman dengan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung (kanan) dalam acara serah terima BII, Bank Permata, dan Bank Danamon dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) kepada Bank Indonesia di Gedung BI, Jakarta, 22 April 2004. BPPN mengembalikan pengawasan ketiga bank tersebut kepada BI karena dinilai telah menunjukkan kinerja yang baik. [TEMPO/ Santirta M; Digital Image; 20040422]) |
|
|
|
|
|
|
|
| dibuat oleh Radja:danendro |
| |
|
|
|