|
Nasional
Indonesia Jajaki Kerjasama Industri Pertahanan Dengan RRC
Senin, 25 April 2005 | 18:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah tengah menjajaki kerjasama di bidang industri pertahanan dengan Pemerintah Republik Rakyat Cina (RRC). Bentuk kerjasama yang tengah dijajaki ini adalah berupa bantuan teknis dari RRC terhadap empat industri strategis peralatan pertahanan di Indonesia.
Keempat industri strategis yang sebelumnya pernah dikaji dan kini sedang dikaji ulang oleh pihak RRC, yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Dahana, PT PAL dan PT Pindad. “Kami sedang menunggu hasil kajian ulang tersebut,” kata Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menerima kunjungan kenegaraan Presiden RRC Hu Jintao di Istana Merdeka, Senin (25/4).
Dalam tiga bulan ke depan, ia bersama Menteri Perindustrian Andung Nitimiharja dan Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman akan berkunjung ke Beijing, RRC.
“Untuk mengkaji kemungkinan kerjasama di bidang industri pertahanan yang ada kaitannya dengan kemampuan Cina untuk memberikan fasilitas dan kerjasama,” ujarnya.
Juwono memberi contoh, bentuk bantuan teknis dari RRC untuk industri pertahanan dalam negeri misalnya dalam pembuatan persenjataan ringan baik untuk TNI Angkatan Darat, Laut maupun Udara.
Meski menjalin kerja sama dengan Cina, tapi Indonesia tetap membina hubungan dengan semua negara, termasuk AS. “Kalau mereka tidak rewel dengan soal-soal HAM dan soal lain kita tetap membuka hubungan dengan semua negara,” katanya.
Selain keempat industri pertahanan tersebut, menurut Juwono, Presiden Yudhoyono telah meminta Departemen Pertahanan menindak lanjuti kerjasama untuk semua industri yang berhubungan dengan peralatan pertahanan. Tujuannya adalah untuk mencapai kemandirian dalam pengadaan alat utama sistem senjata (alutsista) yang dibutuhkan oleh TNI. Dimas Adityo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|