|
Nasional
PBB: Komitmen Bantuan Tsunami US$ 6,7 Miliar
Senin, 25 April 2005 | 15:19 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang menangani bantuan tsunami, Kwok Wah Edward menyatakan, hingga saat ini PBB telah mengumpulkan dana bantuan tsunami dari seluruh dunia sebesar US$ 6,7 miliar.
Sebanyak US$ 977 juta atau 14% diantaranya dari seluruh bantuan yang dikomitmenkan, berasal dari negara-negara anggota PBB, termasuk dari swasta dan organisasi internasional.
"Transparansi dana sebesar itu harus terjamin," ujar Kwok kepada wartawan dalam acara 'Konferensi Internasional Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Negara Korban Tsunami dan Donor' di gedung Bank Indonesia, Senin (25/4).
Menurut Ketua BPK Anwar Nasution, dunia internasional memang sangat peduli mengenai tranparansi bantuan dunia untuk Aceh. Karena itu, dengan digelarnya acara konferensi ini bantuan internasional tersebut diharapkan semua bantuan dapat sampai pada korban tsunami secara transparan.
Untuk memastikannya, Jessie Rose Mabutas dari United Nation Development Program (UNDP) menyatakan, bahwa mereka sudah melakukan pengkajian terhadap segala risiko-risiko yang mungkin, baik risiko manajemen maupun korupsi. UNDP juga telah membuka hot line untuk menerima setiap pengaduan tentang pengelolaan dana tsunami. Bila ditemukan indikasi korupsi, Mabutas menjamin, akan ditindaklanjuti dengan investigasi.
Anwar menambahkan, dari jumlah bantuan yang didata oleh PBB, yang berasal dari swasta jauh lebih besar daripada bantuan resmi. "Ini pertama kalinya di dunia," ujarnya. Dian Imamah
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution berbincang-bincang sebelum memulai rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu.
[TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].](/hg/photostock/2004/12/28/s_AR03021817_high_thumb.jpg) |
![Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri), Gubernur BI, Syahril Sabirin (tengah) dan Deputi Gubernur BI, Miranda Goeltom (kanan) termenung ketika mendengarkan pertanyaan anggota dewan mengenai status Perum Peruri dan Bank Central Asia (BCA) pada rapat kerja dengan komisi IX DPR di Gedung Nusantara I MPR/ DPR Jakarta, Rabu, 20 November 2002. [TEMPO/ Bernard Chaniago; Digital Image; 20030127].](/hg/photostock/2004/12/24/s_BC02112065_high_thumb.jpg) |
| Anwar Nasution dan AM Hendropriyono
|
|
| Anwar Nasution, Syahril Sabirin dan Miranda Goeltom
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|