Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Panglima TNI: Tak Ada Pengurangan Pasukan di Ambalat
Senin, 25 April 2005 | 13:33 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, belum ada pengurangan kapal-kapal perang Indonesia di Laut Sulawesi yang menjadi obyek sengketa dengan Malaysia. Ia juga mengaku belum mendapat laporan bahwa Malaysia telah mengurangi kekuatannya di wilayah yang sama.

Menurut Sutarto, kapal-kapal TNI AL memang harus hadir di seluruh perairan nasional. "Jumlahnya berapa itu tergantung situasi dan kondisi keamanannya," kata dia seusai mendampingi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bertemu Presiden Republik Rakyat Cina Hu Jintao di Istana Merdeka, Senin (25/4).

Ditanya berapa jumlah kapal perang TNI AL yang diturunkan di kawasan Ambalat saat ini, Sutarto menjawab, "Kalau dikasih tahu ada 6-7 kapal, rahasia negara, bisa hilang dong."

Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak pada Ahad menyatakan, Malaysia dan Indonesia setuju untuk mengurangi keberadaan kapal patroli masing-masing di blok Ambalat, Laut Sulawesi. Adapun TNI AL menyatakan, kedua negara sepakat untuk menempatkan kekuatan dalam jumlah yang sama di wilayah itu.

Ditanya rencana TNI untuk membeli kapal-kapal selam guna menjaga kawasan perairan nasional, Panglima menyatakan, hal itu belum bisa direalisasikan. Ia menyatakan, saat ini TNI masih merumuskan peralatan yang akan dibeli guna memperkuat pengawasan terhadap kawasan perairan nasional. "Uangnya saja belum ada, apa yang mau dibeli," katanya. FX Dimas Adityo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Barisan pati ABRI pada perayaan ulang tahun Angkatan Bersenjata Republik Indonesia/ HUT ABRI di lapangan parkir timur Senayan, Jakarta, 5 Oktober 1996 [ TEMPO/ Riri; R1A/352/1996; 20010323]. Tempat tinggal (rumah) Achmad Kandang yang dibakar oleh prajurit TNI di Kampung Kandang, Lhokseumawe, Aceh, 1999. [ TEMPO /Setiyardi; 33D/261/1999; 20020729 ]
Rumah Achmad Kandang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

RI-Malaysia Setuju Tempatkan Kekuatan Berimbang di Ambalat
Malaysia-RI Setuju Kurangi Kapal Perangnya di Ambalat
Disayangkan TNI Ikut Pilkada
Sidang Farid Faqih Dimulai
LSM : Standar Ganda TNI Dalam Pilkada
KSAD : Tak Keberatan Bisnis TNI Diprivatisasi
Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
KSAL Bertemu Panglima Laut Malaysia di Batam
Panglima Minta Kepastian Hukum Soal Bisnis TNI
Malaysia Tolak Pindahkan Kapal Perang dari Ambalat
> selengkapnya...


Referensi

Sejarah TNI AU
Kekuatan TNI AL
Spesifikasi F-16
Profil Endriartono Sutarto
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI
TNI Angkatan Darat
TNI Angkatan Udara
TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data