|
Wahid Anggap Ringan Gugatan Alwi-Saifullah
Minggu, 24 April 2005 | 15:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa Abdurrahman Wahid menganggap ringan pihak-pihak yang tidak puas dengan hasil muktamar ke-2 partai itu di Semarang, pekan lalu. "Saya mengisi pengajian di stadion-stadion dan massanya tetap banyak serta solid, penerimaaan terhadap DPP (pengurus pusat PKB) tetap baik, " ujarnya di Jakarta, hari ini (24/04).
Wahid didampingi tim formatur lainnya yakni Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Badriyah Fayumi (wakil sekretaris Dewan Syuro), Lukman Edi (Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat), dan Rosehan NB (Ketua).
Mantan Presiden itu juga menyatakan, argumen gugatan Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf, ketua umum dan sekretaris jenderal hasil muktamar luar biasa di Yogyakarta, terhadap dirinya lemah. Menurut dia, pengajuan gugatan itu juga bisa menimbulkan "salah paham dan kemarahan rakyat terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono". "Nanti masyarakat berpikir gugatan ini disuruh SBY (Yudhoyono)," tuturnya.
Ia memperingatkan pejabat-pejabat pemerintah atas gugatan dua menteri Kabinet Indonesia Bersatu itu. Wahid berkeyakinan, jika kasus ini dibawa ke pegadilan, kemungkinan kedua orang itu menang sangat kecil.
Saifullah Yusuf dan Alwi Sihab juga dianggap Wahid "tidak bisa membaca keadaan" mengenai besarnya perlawanan terhadap isu rangkap jabatan. Tentang kemungkinan rujuk, ia hanya menjawab "Islah hanya untuk dua kekuatan yang sama-sama bersih dan baik."
Di tempat sama, Muhaimin menyatakan, akan jalan terus dengan hasil muktamar di Semarang. "Kami kan sudah membaca dan mempelajari Undang-Undang Parpol, dan kemungkinan mereka menang itu kecil," ujar Wakil Ketua DPR itu. Tri Susanti Simangunsong
INDEKS BERITA LAINNYA :
|