Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Malaysia-RI Setuju Kurangi Kapal Perangnya di Ambalat
Minggu, 24 April 2005 | 14:37 WIB

TEMPO Interaktif, Shah Alam: Deputi Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak menyatakan, Malaysia dan Indonesia setuju untuk mengurangi keberadaan kapal patroli masing-masing di Laut Sulawesi yang menjadi obyek sengketa kedua negara. "Penarikan akan dilakukan secepatnya," kata dia di Shah Alam, hari ini.

Ia menyatakan, kesepakatan itu adalah hasil pertemuan antara Kepala Angkatan Laut Diraja Malaysia Mohammad Anwar Mohamed Nor dan Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Madya Slamet Subidyanto di Batam, pekan lalu. Menurut dia, penarikan akan dilakukan secara simultan.

Najib, yang juga Menteri Pertahanan, menyatakan, kesepakatan itu sangat baik. Alasannya, "kedaulatan sebuah negara tidak perlu ditunjukkan dengan jumlah kapal di suatu wilayah". Selain itu, kata dia, negara-negara anggota Asean telah sepakat untuk tidak mempertontonkan klaim kekuatan militernya.

Ia menambahkan, negara yang mengklaim memiliki suatu wilayah harus merundingkanya di Pengadilan Internasional atau badan arbitase internasional. Ketika ditanyakan apakah angkatan laut dari kedua negara harus melanjutkan dialog, ia menjawab, hal itu tidak terlalu penting kecuali terjadi sesuatu yang bertentangan dengan kesepakatan.

Angkatan Laut dari Malaysia dan Indonesia menambah kekuatannya di blok Ambalat, yang disengketakan, setelah terjadi insiden pada 10 April lalu. Ketika itu, kapal Malaysia, KD Rencong, bergesekan dengan kapal Indonesia, KRI Tedung Naga. Pemerintah kedua negara saling melancarkan protes atas insiden itu. Bernama

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Defile TNI AL pada perayaan hari ulang tahun (HUT) ABRI ke-48 di Kemayoran, Jakarta, 1993. [ TEMPO/ Rini PWI; 19D/113/1993; 20020417 ]. Kapal Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) berlabuh di pangkalan ALRI Teluk Ratai, Lampung. [TEMPO/ Hidayat SG; 07D/241/1991; 20040721].
Kapal ALRI
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

AL RI-Malaysia Sepakat Kasus Ambalat Selesai
Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
KSAL Bertemu Panglima Laut Malaysia di Batam
Malaysia Tolak Pindahkan Kapal Perang dari Ambalat
Indonesia Protes Insiden Ambalat ke Malaysia
Pimpinan Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia Akan Bertemu
DPR : Panglima TNI Harus dari Angkatan Laut
Panglima TNI: Rp 13.500 Perhari untuk Prajurit di di Ambalat
Ketua MPR : Batas Luar Indonesia Lemah
TNI AL Akan Bangun Pangkalan Besar di Tarakan
> selengkapnya...


Referensi

Kekuatan TNI AL
UU RI nomor 3 Tahun 2002 Tentang Pertahanan Negara

Website

TNI Angkatan Laut
Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Lightning Bolt
Presiden Akui Banyak Program Belum Tersosialisasi Luas
Zuma untuk Gwen Stefani
Sepatu Kasual nan Gaya
Presiden : Banyak Unjuk Rasa di Daerah Salah Alamat

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data