|
Polisi Timor, Penembak Komandan Pasukan Perbatasan TNI
Minggu, 24 April 2005 | 11:22 WIB
TEMPO Interaktif, Atambua: Pemerintah Timor Leste mengakui, pelaku penembakan Komandan Pos Satuan Pengamanan Perbatasan dari Batalion Armed-8, Lettu (Art.) Deddy Setyawan, Kamis lalu, adalah polisi negara itu. Namun, identitas dua orang anggota Unit Pengamanan Perbatasan itu dirahasiakan.
Pengakuan itu disampaikan delegasi pemerintah Timor dalam pertemuan khusus di Markas Kompi A Yon Armed 8 Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (23/4). Pertemuan dihadiri oleh Komandan Satgas Pasukan Pengamanan Perbatasan Letkol (Art.) Yul Avianto, Komandan Kodim 1605 Belu Letkol Yulius Wijayanto, dan Wakil Kepala Polres Belu Komisaris Gerardus Bata.
Dari pemerintah Timor hadir Kepala Nasional Unit Pengamanan Perbatasan Mayor Antonio da Cruz dan pemimpin Penghubung Militer Kolonel Fernando Reis. Letkol Yul Avianto yang dihubungi di Atambua, Minggu (24/4), mengatakan, pertemuan berlangsung sekitar tiga jam.
Dijelaskannya, pertemuan belum mencapai kesepakatan karena delegasi Timor menolak menyebutkan pelaku penembakan. "Mereka hanya bilang pelakunya sudah dinonaktifkan," kata dia.
Menurutnya, aparat kedua negara di perbatasan berbersepakat untuk tidak mengeluarkan tembakan di zona netral. Kenyataannya, kata dia, prajurit TNI ditembak dan pelaku penyelundup dilindungi.
Namun, Mayor Antonio da Cruz pada kesempatan itu mengatakan bahwa para pelaku penyelundup dan penembakan sudah ditindak. "Pelaku sudah dinonaktifkan dan warga RDTL yang melakukan transaksi pun sudah ditindak," katanya. Jems de Fortuna
INDEKS BERITA LAINNYA :
|