Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

APBNP Baru Dibahas Pertengahan Mei

Pemilihan Kepala Daerah Juni Kemungkinan Tertunda
Minggu, 24 April 2005 | 02:27 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Langsung di beberapa daerah, Juni mendatang, dikhawatirkan bakal tertunda. Sebab, dana dari APBN sekitar Rp. 464,9 diperkirakan baru dapat dicairkan akhir Juni.

"DPR belum membahas mengenai APBN Perubahan, kemungkinan baru dibahas pertengahan Mei ini," kata anggota Panitia Angaran DPR A. Hafiz Zawawi dalam diskusi bertema Pendanaan Pilkada Langsung 2005, Sabtu (23/4) siang.

Selain Hafiz, pembicara lainnya adalah mantan Menteri Negara Otonomi Daerah Ryaas Rasyid, Fadel Muhammad (Wakil Ketua Asosiasi pemerintahan Propinsi se-Indonesia sekaligus Gubernur Gorontalo), dan Hasiholan Pasaribu (Direktur Fasilitasi Dana Perimbangan, Dirjen Bina Administrasi Keuangan Daerah Departemen Dalam Negeri).

Menanggapi hal itu, Fadel mengatakan, pemerintah daerah kesulitan menghadapi masalah ini. Terlambatnya sosialisasi pemerintah mengenai pendanaan pilkada ini akan mempengaruhi jadwal pilkada nanti.

"Pemda sebenarnya bisa membiayai pilkada, bahkan ada orang-orang tertentu yang siap untuk membiayainya. Tapi itu tidak mungkin, karena pemerintah belum memberikan kejelasan," katanya.

Sebagai pribadi ia mengusulkan agar dana pilkada diambil dari pinjaman bank dan dibayar setelah dana dari pusat cair. "Kesanggupan daerah sebenarnya ada, yag penting ada kepestian dari pemerintah mengenai besarnya dana yang dinggarkan," tegas Fadel.

Sementara itu, Ryaas mengkhawatirkan bantuan pemerintah pusat sebesar 50 persen untuk pendanaan pilkada tahun 2005 ini akan menimbulkan kecemburuan pada daerah lain yang tidak mendapat bantuan. Ia menambahkan, hal ini sudah dibahas di DPR, tapi belum ada penjelasan lebih lanjut.

"Pemerintah harus mengantisipasi, kalau tahun depan digirng untuk membiayai pilkada supaya adil. Perasaan diskriminasi akan muncul, karena periode satu dibantu, sementara periode lainnya tidak," katanya.

Menanggapi hal itu, Hasiholan mengatakan, sejak Desember 2004 sudah ada pedoman agar pemerintah daerah mempersiapkan dana pilkada dari APBD masing-masing. Namun, karena pilkada 2005 adalah yang pertama kali maka pemerintah pusat mengambil kebijakan untuk membantu pendanaannya. Deni Mukbar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemda Minta Diizinkan Gunakan Dana Alokasi Umum
Fadel Muhammad: KPUD Resah
Spanduk Kampanye Pilkada di Solo Dikenai Pajak
Jakarta Sambut Delegasi Asia Afrika
Partai Demokrat Depok Tolak Intervensi Pusat
Perma Pilkada Terbuka Untuk Direvisi
Presiden Didesak Keluarkan Perpu Tunda Pemilihan Kepala Daerah
Mendagri Serahkan Dana Dekonsentrasi 2005
Ryaas Rasyid Minta Pemilihan Kepala Daerah Ditunda
KPUD Depok Hemat Anggaran dengan Padatkan TPS
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bank Indonesia Dinilai Gagal Kawal Rupiah
Surat Suara Pilwali Kediri Nyaris Mencapai 1 Meter
Soekarwo Dekati PGRI
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data