|
Nasional
Kofi Annan: Hak Veto Hambat Reformasi PBB
Sabtu, 23 April 2005 | 17:14 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretsris Jenderal Perserikatan Bangsa Bangsa Kofi Annan menyatakan, reformasi secara total dalam tubuh organisasi dunia itu bakal sulit diwujudkan. Hambatan utama, kata dia, adalah adanya hak veto yang dimiliki lima negara anggota tetap Dewan Keamanan.
Sejauh ini, menurut Annan, kelima negara itu tak bersedia menghapus hak yang sangat istimewa itu. Lima negara pemilik hak veto adalah Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Rusia dan Cina.
"Bagaimana kita melakukan reformasi kalau mereka tidak mau mencabut hak vetonya," tegas Annan kepada Tempo di sela-sela acara Konferensi Asia Afrika di Jakarta, Sabtu (23/4).
Annan kemarin juga menyampaikan gagasan tentang perlunya reformasi di tubuh PBB, terutama Dewan Keamanan dan Majelis Umum.
Annan memastikan reformasi harus tetap berlangsung. Ia juga meyakinkan, sekarang ini adalah saat yang tepat untuk reformasi, mengingat realitas dunia sekarang membutuhkan tertampungnya suara semua anggota. Majelis Umum, adalah wadah yang paling tepat untuk itu. "Ini memang membutuhkan konsensus yang luas," lanjutnya. Faisal Assegaf
INDEKS BERITA LAINNYA :
|