|
Nasional
Hasil Audit BPK : Penyimpangan di Bank Mandiri Mengkhawatirkan
Jum'at, 22 April 2005 | 16:33 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Abdullah Zainie menyatakan, lembaga audit ini akan menyampaikan hasil audit umum (general audit) yang diperdalam soal penyaluran kredit yang bermasalah oleh manajemen PT Bank Mandiri.
Menurut Abdullah, audit yang diperdalam ini akan diserahkan kepada Kejaksaan Agung terkait pemeriksaan yang berlangsung saat ini. "Kami akan sampaikan hasil audit ini Insya Allah pekan depan,"kata Abdullah kepada pers di kompleks istana usai peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.
Soal isi audit umum yang diperdalam ini, menurut anggota BPK Uju Djuhaeri, yang menangani langsung audit untuk badan usaha milik negara oleh BPK, hasil audit yang digunakan oleh Kejaksaan Agung dalam pemeriksaan terhadap manajemen bank beraset sekitar Rp 250 triliun itu belum diserahkan secara formal oleh BPK. Lembaga auditor negara ini, telah menemukan sejumlah penyaluran kredit yang bermasalah.
BPK menemukan penyaluran kredit yang tidak didasarkan pada praktek bisnis yang prudent (hati-hati). Mengakibatkkan, kredit itu menjadi macet. Sebagai contoh kredit yang seperti ini adalah PT Lativi Media Karya sebanyak Rp300 miliar, PT Siak Zamrud Permata Rp24,8 miliar, PT Cipta Graha Nusantara Rp161 miliar, dan banyak lagi. Menurutnya, praktek pemberian kredit seperti ini telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir.
Budi Riza
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|