|
Nasional
Biografi Zaenal Maarif, “Sang Pendobrak Dari Kalitan” Diluncurkan
Jum'at, 22 April 2005 | 10:59 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Empat hari menjelang muktamar Partai Bintang Reformasi (PBR), 26-28 April, Zaenal Maarif akan meluncurkan biografi politik bertajuk, “Sang Pendobrak Dari Kalitan” di sebuah hotel berbintang di Jalan Sudirman, selepas shalat Jum’at. Penerbitan buku ini sepertinya terkait dengan tekad Zaenal mengambil alih kemudi PBR dari K.H Zainuddin MZ.
Melalui buku setebal 217 halaman itu, Zaenal yang kini menjadi Wakil Ketua DPR, hendak memperkenal dirinya lebih jauh kepada publik tentang jati dirinya sebagai polikus. Dalam buku yang dibagi menjadi 9 bab itu, misalnya, diungkapkan perjalanan politik Zaenal bersama Mudrick Sangidu di Solo saat mengusung aliansi ‘Mega-Bintang’ dan menentang ‘Kuningisasi’ oleh Gubernur Jawa Tengah, Soewardi menjelang Pemilu 1997.
Mudrick menyebut Zaenal bak adiknya sendiri. Perbedaan sikap politik tak menjadikan hubungan keduanya renggang. “Saya menghormati dia ketika mendirikan PBR. Tapi saya tetap di PPP,” ujarnya (hal 202).
Masih di halaman yang sama, Mudrick memuji sosok Zaenal sebagai politisi yang tak lupa pada kampung halamannya. Zaenal, katanya, “Satu-satunya politisi yang kalau pulang kampung tetap rajin menyambangi kelompok-kelompok dari berbagai partai.”
Selain Mudrcik, Ketua DPR Agung Laksono, dan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid turut memberikan kesan-kesan mereka. Namun, entah kenapa Ketua Umum PBR Zainuddin MZ justru tak turut memberikan kesan-kesannya.
Selain Zaenal, sejauh ini yang disebut-sebut masuk bursa pencalonan ketua umum PBR adalah Djafar Badjeber (Sekjen PBR), Bursah Zarnubi (Ketua PBR dan Ketua F-PBR di DPR), serta Ade Daud Nasution (Ketua PBR yang juga pengusaha). Sudrajat
INDEKS BERITA LAINNYA :
|