|
Nasional
Pakistan Tawarkan Kerja Sama Pertahanan dengan Indonesia
Kamis, 21 April 2005 | 12:36 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Pakistan Pervez Musharraf, menawarkan kepada pemerintah Indonesia untuk membina kerja sama dibidang pertahanan. Kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kamis (21/4), Musharraf mengatakan, Pakistan memiliki teknologi militer yang mapan dan independen, sehingga bisa diadakan kerja sama antar kedua negara.
Juru Bicara Kepresidenan, Dino Patti Jalal, kepada wartawan mengungkapkan, Presiden Yudhoyono menyambut baik tawaran tersebut. Tawaran ini, kata Yudhoyono, akan dibahas lebih rinci pada kesempatan yang berbeda untuk menuju kerja sama yang lebih konkrit dibidang pertahanan.
Selain membicarakan kerja sama dibidang pertahanan, kedua kepala negara juga membahas keinginan meningkatkan kerja sama dibidang perdagangan. Dalam pertemuan tertutup itu, Musharraf menyampaikan keinginannya agar kedua negara membentuk forum bisnis. “Karena memang potensinya sangat besar, tapi belum dapat digarap dalam suatu mekanisme kerja sama yang melibatkan kalangan swasta dari dua pihak,” ungkap Jalal menyebut salah satu isi pembicaraan pada pertemuan itu.
Selain membahas masalah bilateral, kedua pemimpin negara juga membicarakan tentang dinamika politik Islam dalam percaturan internasional. Keduanya menekankan pentingnya usaha memproyeksikan Islam moderat dalam pentas internasional. Selain itu, mereka juga membahas tentang Organisasi Konferensi Islam (OKI) serta membahas perkembangan keamanan di beberapa negara Asia Timur, seperti di Pakistan dan Afghanistan. “Mereka juga membahas keinginan Pakistan untuk lebih banyak aktif dalam percaturan politik di Asia Timur dan Asia Tenggara,” ungkap Jalal.
Pertemuan antara Yudhoyono dan Musharraf berlangsung sekitar 45 menit di Istana Merdeka Jakarta. Musharraf datang ke Indonesia dalam rangka mengikuti konferensi tingkat tinggi Asia Aftrika yang akan berlangsung pada 22 dan 23 April. Usai menemui Musharraf, presiden langsung bertemu Presiden Republik Rakyat Demokratik Korea Utara, Kim Yong Nam.
Sunariah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|