|
Nasional
Depdiknas Siapkan Alternatif UN di Daerah Pascabencana
Kamis, 21 April 2005 | 01:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) masih memikirkan alternatif penyelenggaraan ujian nasional (UN) bagi siswa didik yang berada di daerah pasca bencana.
"Yang jelas siswa di daerah pascabencana bakal diberi perlakuan beda dalam pelaksanaan UN," ujar Indra Djati Sidi, Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Depdiknas hari ini (20/4).
Menurutnya, saat ini Depdiknas telah memiliki tiga alternatif penyelenggaraan UN bagi daerah pascabencana. Pertama, menunda penyelenggaraan selama beberapa bulan hingga kondisi memungkinkan. Sedangkan alternatif kedua, siswa akan diberikan ujian yang bersifat lokal.
Alternatif ketiga, ujar Indra, siswa akan dibebaskan sama sekali dari kewajiban mengikuti UN. Namun, bagi siswa yang akan melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi akan mengikuti seleksi yang bakal diatur masing-masing perguruan tinggi. "Kami sedang membahasnya," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Indra juga menyatakan, pemerintah akan memudahkan proses penggantian dokumen siswa, seperti laporan belajar, yang hilang atau rusak pascabencana di daerahnya.
"Cukup dengan memakai saksi yang dapat menunjukkan bahwa siswa tersebut benar-benar sekolah di suatu sekolah," katanya melanjutkan.
Rinaldi D Gultom
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39407_high_thumb.jpg) |
![Petugas kesehatan memeriksa tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].](/hg/photostock/2005/04/05/s_30d39406_high_thumb.jpg) |
|
|
| Korban Gempa Bumi Bengkulu
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|