|
Nasional
Malnutrisi Balita Pengungsi Aceh Sama Dengan Non Pengungsi
Rabu, 20 April 2005 | 12:13 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menemukan kasus kekurangan gizi (malnutrisi) balita pengungsi di Nanggroe Aceh Darussalam sama dengan malnutrisi pada balita non pengungsi. Hasil survey gizi di Provinsi NAD pasca tsunami menunjukan sebesar 11,4 persen balita non pengungsi mempunyai masalah gizi akut. Hampir sama dengan balita pengungsi yang angkanya sebesar 11,6 persen.
“Sebabnya, kasus malnutrisi sudah ada sejak dulu (sebelumtsunami),” kata Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari usai membuka workshop hasil asesmen gizi di Provinsi NAD, di Departemen Kesehatan, Rabu (20/4). Angka ini, kata Menteri Fadilah, sedikit lebih tinggi dari kriteria organisasi kesehatan dunia (WHO) yang menyatakan besaran masalah gizi akut diatas 10 persen sebagai masalah yang serius. Tapi hingga maret lalu, kata Fadilah, angkanya sudah dapat diturunkan menjadi sembilan persen.
Survey sendiri dilakukan terhadap 4.030 balita umur 6 - 59 bulan di tiga kawasan Provinsi NAD, yaitu Pantai Utara, Pantai Barat dan Pantai Timur. Hasil survey menunjukan kawasan Pantai Barat mempunyai masalah gizi akut pada anak balita sebesar 12,5 persen. Kawasan Pantai Utara sebesar 9,5 persen dan kawasan Pantai Timur 10,8 persen.
Survey dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Gizi dan Makanan Bogor, Badan Litbangkes Depkes, Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten/Kota NAD, Badan-Badan PBB (WHO, UNICEF, WFP) dan LSM dalam dan luar negeri. Survey dilakukan mulai Februari hingga Maret lalu.
Ami Afriatni
INDEKS BERITA LAINNYA :
|