Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Indonesia-Afrika Selatan Sepakat Bentuk Komisi Perdagangan
Rabu, 20 April 2005 | 05:46 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indonesia dan Afrika Selatan sepakat membentuk komisi perdagangan. Kesepakatan ini dicapai dalam pembicaraan antara Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Afrika Selatan Thabo Mvuyelwa Mbeki, di Istana Merdeka, Selasa (19/4) sore.

Penandatangan nota kesepahaman (MoU) dilakukan Menteri Perdagangan Mari Eka Pangestu dan Menteri Luar Negeri Afrika Selatan Zuma. Pembentukan komisi perdagangan, menurut Mari, untuk mereview isu-isu yang berkaitan dengan perdagangan bilateral, yakni bagaimana meningkatkan dan memanfaatkan kesempatan yang ada, serta melakukan eksplorasi ekonomi.

Kedua negara juga sepakat bekerja sama mempelajari isu-isu global seperti WTO dan Millenium Development Goal. "Kalau saya lihat dari potensi yang ada kita bisa meningkatkan ekspor terutaama produk manufaktur ke afrika selatan," ungkap Mari.

Turut ditandatangani dalam kesempatan itu MoU dibidang pertanian oleh Menteri Pertanian Anton Afriantono dan Menteri Luar Negari Afrika Selatan Nkosazana Dlamini Zuma. Kedua negara juga sepakat menandatangani peningkatan kerjasama pertukaran hewan dari kebun binatang kedua negara.

Presiden Mbeki berkunjung ke Indonesia dalam rangka menghadiri penyelengaraan Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika, 22-23 April mendatang. Kedua pemimpin negara itu akan memimpin KTT tersebut.

Presiden Yudhoyono menyatakan telah melakukan diskusi intensif dan produktif dengan koleganya, Mbeki. Materi yang dibirakan adalah politik, ekonomi, sosial budaya, dan diplomatik. "Indonesia dan Afrika Selatan memiliki hubungan yang kuat dan kami akan terus memperluas hubungan itu," ujar Yudhoyono.

Sebaliknya, Mbeki mengatakan Afsel dan Indonesia sepakat berjuang melawan terorisme. Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Presiden Direktur (Presdir) PT Great River International (GRI) Tbk, Sunjoto Tanudjaja (kiri) menerima ucapan selamat dari Komisaris Independen GRI, Marie Pangestu (tengah) disaksikan oleh Ketua Kehormatan GRI, Sukanta Tanudjaja (kanan) usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan & Luar Biasa PT Great River Internasional Tbk. di Graha Niaga, Jakarta, 18 Juni 2003. [TEMPO/ Purwanta BS; K15A/462/2003; 20030627].
Sunjoto Tanudjaja, Sukanta Tanudjaja dan Marie Pangestu

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pasar Permanen Segera Dibangun di Nias dan Aceh
Mari E. Pangestu Lewati Mensesneg
Menteri Perdagangan Sidak Pasar Grogol Jakarta Barat
India akan Bangun Pabrik Bajaj di Indonesia
Harga Barang di Pasar Modern Masih Stabil
Pemerintah Pertimbangkan Buka Ekspor Rotan
Pemerintah Pertimbangkan Buka Ekspor Rotan
Prabowo : Proses Lelang Gula Ilegal Tidak Transparan
Pemerintah Tunda Serahkan Gula Ilegal
Pemerintah Tak Bisa Kontrol Harga Pasar
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data