Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Juwono: Dominansi Militer Akibat Kelemahan Aturan
Rabu, 20 April 2005 | 02:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menilai, dominansi militer pada jabatan strategis di kantornya akibat kelemahan perundang-undangan. Ia mengharapkan, peraturan yang menutup kemungkinan kalangan profesional sipil swasta masuk dan dapat menjabat di departemen diubah.

"Kalau bisa peraturannya diubah supaya saya bisa mengangkat kalangan profesional dari swasta untuk bisa menangani dan membantu saya di Dephan," kata Juwono kepada Tempo seusai ceramah di Excecutive Network Boardroom Indonesia-United State Dialogue di Hotel Mandarin Jakarta, Selasa (19/4).

Ia mengaku sebenarnya sangat berharap kalangan sipil lebih dominan di Departemen Pertahanan. Sayangnya, peraturan membuat pengangkatan sipil dari kalangan swasta sulit dilakukan. Adapun pegawai negeri, kata dia, banyak yang dari segi golongan gaji dan pangkatnya memenuhi syarat tapi kemampuan dan minatnya tidak.

Dikatakannya, beberapa tokoh-tokoh yang dia kenal yang mampu dan memahami masalah-masalah pertahanan tidak bisa diusulkannya karena mereka bukan pegawai negeri sipil. "Kebanyakan dari kalangan swasta dan LSM (lembaga swadaya masyarakat)," tuturnya.

Menhan saat ini memiliki dua staf ahli khusus yang diambil dari kalangan sipil swasta, yakni Adnan Gantho (Staf Ahli Khusus bidang Ekonomi) dan Letnan Jenderal (Purn.) Sofyan Effendy (Staf Ahli Khusus bidang Militer Keamanan). Staf ahli khusus, menurut dua, mampu dan bisa saja mengambil kebijakan-kebijakan strategis. Namun, untuk jajaran Departemen Pertahanan mereka belum cukup berpengaruh besar. "Yang saya minta adalah sekjen dan dirjen dari kalangan sipil yang saya percayai," kata dia.

Menhan juga menyatakan yakin masih akan memegang supremasi sipil di Departemen Pertahanan. "Tugas saya meyakinkan teman-teman baik sipil maupun militer bahwa pemerintahan ini dipimpin oleh sipil, meskipun berlatar belakang militer," kata Juwono. Agus Supriyanto

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Dirjen Strategi Pertahanan Dephan RI, Mayjen TNI Sudrajat di kantor Departemen Pertahanan dan Kemanan Jakarta, Jumaat, 07 Maret 2003. [TEMPO/ Nirfan Rifki; Digital Image; 20030331]. Dirjen Strategi Pertahanan Dephan RI, Mayjen TNI Sudrajat di kantor Departemen Pertahanan dan Kemanan Jakarta, Jumaat, 07 Maret 2003. [TEMPO/ Nirfan Rifki; Digital Image; 20030331].
Mayjen Sudrajat
Mayjen Sudrajat
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

DPR Pertanyakan Dominasi Militer di Dephan
Indra Djati Sidi Belum Dilantik
Pengangkatan Sjafrie Sjamsoeddin Disambut Demo
Sjafri Sjamsoeddin Jadi Sekjen Dephan
Panglima TNI Persilahkan BPK Audit Operasi Militer
Juwono: Kompetensi Indra Djati di Pertahanan Tak Diragukan
Dephan Jajaki Pembelian Kapal Selam Jerman
DPR Tolak Pencalonan Indra Djati
Dephan: TNI Belum Miliki Doktrin Pertahanan
Koalisi LSM Minta Pemerintah Tinjau Strategi Pertahanan
> selengkapnya...


Referensi

Kekuatan TNI AL
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Kepres RI No. 71 Thn.2003 Tentang Penghapusan Keadaan Darurat Sipil Di Provinsi Maluku
Kepres RI No. 28 Thn.2003 Tentang Pernyataan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam

Website

Departemen Pertahanan


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data