Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

IDI Tak Rekomendasi Suntikan Mati
Selasa, 19 April 2005 | 17:58 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ikatan Dokter Indonesia (IDI) tidak merekomendasi penggunaan suntikan mematikan bagi terpidana hukuman mati. Ketua IDI Fahmi Idris menegaskan hal itu di sela-sela seminar nasional bertajuk “Risiko Tuntutan Hukum Perdata dan Pidana Dalam Praktik Kedokteran”, Selasa (19/4).

"Kami tidak merekomendasi jenis hukuman apapun, kami hanya menggambarkan fatwa dari ikatan kedokteran internasional," ujar Fahmi. Menurut dia, sesuai fatwa World Medical Association (WMA), di masa mendatang pelaksanaan hukuman mati akan dilakukan dengan penggunaan suntikan mematikan. "Sebagai IDI, kami terikat pula oleh fatwa itu. Ini yang sedang menjadi wacana di dunia kedokteran," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung akan membentuk Kelompok kerja mengenai perubahan tata cara pelaksanaan hukuman mati dari hukuman tembak menjadi menggunakan jarum suntik. Pokja yang dikoordinir Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Sudhono Iswahyudi ini akan melibatkan Mahkamah Agung, Departemen Hukum dan HAM, Departemen Kesehatan, Kepolisian RI, dan IDI.

Sejauh ini, menurut Fahmi, pembicaraan mengenai perubahan pelaksanaan hukuman mati masih belum mengalami perkembangan berarti. "Kami masih dalam tahap awal sekali," ujarnya.

Kalau pun nantinya pelaksanaan hukuman mati itu disepakati melalui jarum suntik, eksekutornya bukan tenaga medis, tapi pihak kejaksaan. "Kami malah sama sekali diharamkan untuk terlibat dalam proses eksekusi itu," kata Fahmi.

IDI, lanjut dia, tidak dalam posisi untuk membantu memberi pelatihan terhadap tenaga pelaksana hukuman mati model ini. "Saya kira ini tidak akan terlalu sulit," ujar Fahmi lagi. Rinaldi D Gultom

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes Aliansi Lembaga Formal Kemahasiswaan se-Indonesia/ Alfonso menuntut Jaksa Agung mundur dengan poster bertuliskan Mr marzuki Darusman tegakkan supermasi hukum atau mundur di Kejaksaan Agung, Jakarta, 19 April 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto; K1A/161/ Protes Aliansi Lembaga Formal Kemahasiswaan se-Indonesia/ Alfonso menuntut Jaksa Agung mundur dengan poster bertuliskan Mr marzuki Darusman tegakkan supermasi hukum atau mundur di Kejaksaan Agung, Jakarta, 19 April 2001 [Koran TEMPO/ Hariyanto; K1A/161/
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Uang Seharusnya untuk Pembangunan Hotel Tiara Medan
Pembobol Rp 160 Miliar Bank Mandiri Ditangkap
TKW Asal Lampung Terancam Hukuman Mati
Semua Obligor BLBI Akan Diperiksa Kembali
Kredit Macet Rp 1 Triliun di Bank Mandiri Mulai Disidik
Jaksa Tolak Eksepsi Pengacara Bom Kuningan
Ricuh dengan DPR Jaksa Agung Ditegur Presiden
Pembunuh Munir Tak Akan Dihukum Mati
Jaksa Agung Tidak Puas Pemberantasan Korupsi
Konsultan Hukum Dominasi Calon Anggota Komisi Kejaksaan
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Eksekusi Ayodya
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti
Keppres RI No. 16 Tahun 2004 Tentang Pembentukan Tim Pemberesan Badan Penyehatan Perbankan Nasional
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
UU RI No. 1 Tahun 2001 Tentang Pengesahan Persetujuan Antara Pemerintah RI dan Pemerintah Hongkong Untuk Penyerahan Pelanggar Hukum Yang Melarikan Diri (Agreement Between The Government Of The Republic Of Indonesia and The Government Of Hongkong For The S
> selengkapnya...

Website

Kejaksaan RI
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data