|
Kasus Penangkapan Mulyana
Hamid: Tak Etis Saya Berkomentar
Selasa, 19 April 2005 | 16:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin tidak mau berkomentar tentang kasus dugaan suap yang dilakukan mantan koleganya di Komisi Pemilihan Umum, Mulyana W. Kusumah. "Saya tidak mau berkomentar yang berkaitan dengan diri saya," ujarnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa sore.
Ditemui wartawan seusai penyambutan Presiden Republik Afrika Selatan Thabo Mbeki, Hamid mengaku tidak etis berkomentar pada masalah ini. Ia pun menyebutkan, namanya hanya dikait-kaitkan oleh pers dalam kasus yang bermula pada audit investigatif oleh Badan Pemeriksa Keuangan terhadap pengadaan kebutuhan Pemilu 2004 itu.
Hamid menyatakan, Senin (18/4) malam ia baru tiba dari Finlandia untuk melakukan perundingan dengan Gerakan Aceh Merdeka. "Saya baru tiba, apa yang saya tahu? Satu minggu saya di Finlandia, jadi apa yang saya pahami," ujarnya.
Ketika menjadi anggota KPU, Hamid bertanggung jawab pada pengadaan kartu pemilih. Nilai proyek ini mencapai Rp 70 miliar. Adapun Mulyana, yang ditangkap di Hotel Ibis, Slipi, Jumat (8/4), bertanggung jawab pada pengadaan kotak suara dan bilik suara. Dimas Adityo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|