Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Klaim Mayoritas Rakyat Memahami Pencabutan Subsidi BBM
Senin, 18 April 2005 | 17:21 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta
Menurut Presiden, pemerintah patut bersyukur karena langkah mengurangi subsidi pada Maret lalu itu dapat diatasi meski muncul gejolak. Itu terjadi karena antara lain sosialisasi dan komunikasi kepada publik melalui media massa. Acara dihadiri antara lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, Menteri Riset dan Teknologi Kusmayanto Kadiman dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Yudhoyono menjelaskan, perjalanan Indonesia sejak lebih dari tiga dekade mengeluarkan dana subsidi untuk BB patut menjadi bahan kajian mendalam. "Pemerintah selalu berhadapan dengan dilema.”

Langkah mengurangi subsidi, ia melanjutkan, terpaksa ditempuh mengingat beban keuangan dalam Angaran Pendapatan dan Belanja Negara sangat berat. Belum lagi muncul gejolak sosial dan politik menjelang dan setelah pengurangan subisidi.

Tak sedikit negara menghabiskan dana cukup besar untuk mensubsidi harga BBM, kata Presiden, agar terjangkau oleh daya beli rakyat. Risikonya, persediaan dana untuk membiaya aspek lain berkurang. "Bayangkan kalau Rp 90 sampai 100 triliun untuk mensubsidi. Berapa yang tersisa untuk membiayai sektor pendidikan?” ujarnya.

Dimas Adityo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan  harga BBM dengan poster bertuliskan  BBM naik, harga-harga melambung, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425]. Protes aktifis Forkot menentang/ menolak kenaikan harga BBM dengan spanduk bertuliskan  Tolak kenaikan BBM, Jakarta, 2 April 2001 [Koran TEMPO/ Arie Basuki; K1A/096/2001; 20010425].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Menteri: Perbatasan Singapura Rawan Penyelundupan
Pertamina Kembali Akan Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Plus
BP Migas Siap Perpanjang Cadangan Minyak
Harga Avtur Naik, Tarif Pesawat Ikut
Polisi Gerebek Penimbun Puluhan Ribu Liter Minyak Tanah
Empat SPBU Di Banten Ditutup
BBM Naik Warga Miskin bertambah
Presiden Yudhoyono Bantah Pernyataan Megawati
Polisi Tetap Segel SPBU Pengoplos BBM
Pertamina Naikkan Produksi 2005
> selengkapnya...


Referensi

Inpres No. 5 Tahun 2000 tentang Koordinasi Penanggulangan Masalah Penyalahgunaan Pada Penyediaan dan Pelayanan Bahan Bakar Minyak.
Keppres No. 86/2002 tentang Badan Pengatur Penyediaan dan Pendistribusian BBM
Keputusan Gubernur DKI No. 1219/2003 tentang Pembentukan Tim Koordinasi UPMP-BBMT

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC)
PT Pertamina


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri
Fernando Alonso Kuasai Free Practice 2
Al Amin Mengaku Tak Berpengaruh di Komisi Kehutanan DPR
Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa
Kapolda Jawa Barat Mengaku Ditawari Suap Rp 10 Miliar

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data