Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Politik Uang Akan Warnai Pemilihan
Senin, 18 April 2005 | 17:07 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Politik uang diyakini tak bisa dihindari dalam pemilihan kepala daerah yang akan digelar mulai Juni. "Definisi tentang politik uang dalam Undang-Undang Pemerintahan daerah terlalu longgar,” kata Direktur Eksekutif Komite Independen Pemantau Pemilu Ray Rangkuti dalam diskusi publik bertema Pemilihan Kepala Daerah : Partai, Calon atau Uang di Wisma Nusantara, Jakarta , Senin (18/4).

Hadir dalam diskusi sebagai pembicara, anggota Tim Ahli Desk Pemilihan kepala Daerah Pusat Cecep Efendi dan calon Walikota Depok, Jawa Barat, dari Partai Keadilan Sejahtera Nur Mahmudi Ismail. Menurut Ray, definisi politik uang dalam undang-undang tak bisa diaplikasikan dalam kenyataan.

Nur Mahmudi mendukung pendapat Ray. Ia mengatakan, jumlah uang yang beredar dalam pemilihan nanti lebih banyak dibanding ketika pemilihan kepala daerah melalui DPRD.

Dengan sistem perwakilan, uang hanya untuk anggota DPRD, tapi sekarang harus berpolitik uang ke seluruh pemilih. "Tapi efektivitas (politik uang) akan turun,” ujar bekas Presiden Partai Keadilan ini.

Menurut Cecep, politik uang masih mungkin terjadi karena partai tak memiliki ideologi yang jelas. "Sehingga partai poltik hanya diisi orang-orang yang kuat secara finansial," katanya.

Mengenai kekerasan dalam pemilihan, Ray mengaku yakin, tak akan terjadi. "Publik lebih suka menempuh jalur-jalur hukum.” Kalaupun terjadi kekerasan, itu lantaran ketidakpuasan pemilih akibat ketidaknetralan petugas tempat pemungutan suara.

Tri Susanti Simangunsong

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Yogie SM memperlihatkan cincinnya pada acara pelantikan Gubernur Jawa Barat, R Nuriana di Gedung Merdeka, Bandung, 1993. [TEMPO/ Ida Farida; 16D/319/1993; 20020731]. Gubernur baru NTB Drs H. L. Serinata dan Wakil Gubernur Drs. H.B. Thamrin Rayes mengucapkan sumpah janji saat dilantik  Mendagri Hari Sabarno di DPRD NTB, Senin 1/9/2003. Mereka terpilih untuk periode 2003-2008 mengantikan Gubernur lama Drs. H. Harun Alrsayid dan wakilnya H. Syahdan SH, SP, MBA, MM
[TEMPO/Taufik Subarkah; Digital Image; 20030901]
Yogie SM
Gubernur NTB
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KIPP Menolak Anggota TNI/ Polri Ikut Pemilihan
Calon Kepala Daerah dari Golkar Harus Buktikan Janji
Partai Demokrat Melaju Tanpa Koalisi
Lima Pasang Calon Walikota Akan Berlaga di Pemilihan Walikota Depok
KPU NTT Ralat Keputusan Tunda Pilkada
LSM : Standar Ganda TNI Dalam Pilkada
Calon Lain Walikota Depok Muncul Lagi
DPRD tidak Setuju Anak Sekolah Diliburkan
Panitia Pilkada Mataram Sebagian Besar PNS
Perma Pemilihan Kepala Daerah Diminta Direvisi
> selengkapnya...


Referensi

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2005
Keppres RI No. 10 Tahun 2001 Tentang Pelaksanaan Otonomi Daerah Di Bidang Pertanahan
UU RI No.25 Thn.1999 Tentang Pertimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah
> selengkapnya...

Website

Komisi Pemilihan Umum
Departemen Dalam Negeri
Lembaga Informasi Negara


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data