Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Kasus Mulyana

Anwar Nasution: BPK Bukan Intelijen
Senin, 18 April 2005 | 15:55 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketua Badan Pemeriksa Keuangan Anwar Nasution menyatakan, operasi penangkapan Mulyana W. Kusumah yang menggunakan cara-cara intelijen tidak memberikan sumbangan apapun pada peningkatan kualitas audit di lembaga yang dipimpinnya. "BPK ini bukan intelijen, jadi tidak perlu sadap-sadap kantor orang," kata dia pada konferensi pers di kantornya, Senin (18/4).

Menurut dia, sebagai badan auditor, BPK tidak bisa mengunakan cara-cara kerja seperti cara Komisi Pemberantasan Korupsi, kepolisian, dan intelijen. Ia mengaku sangat puas dengan cara dan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh tim audit BPK untuk Komisi Pemilihan Umum selama ini.

Anwar menceritakan, pada awal Desember tahun lalu, tim audit KPU yang dikepalai Harianto telah mempresentasikan padanya konsep draft laporan untuk KPU. Ia juga kemudian yang meminta mereka untuk melakukan audit investigasi.

Pada bulan Maret, tim menyerahkan laporan yang ke-2. Tanggapan Anwar tentang laporan itu sangat memuaskannya. "Ini baru laporan," ujarnya. Dengan laporan itu saja, Dewan Perwakilan Rakyat, Kejaksaan Agung, dan kepolisian, sebenarnya sudah bisa mengetahui adanya korupsi di KPU. Namun tim meminta waktu lagi untuk menyelesaikan keseluruhan laporan, karena khusus tentang Teknologi Informasi KPU, auditnya belum selesai.

Terkait dengan bermacam spekulasi tentang keterlibatan staf BPK, Khairiansyah dan Hasan Bisri, Anwar mengaku masih bingung. "Saya juga ingin tahu apa yang terjadi, saya juga pening," ujarnya.

Untuk itu ia telah menugaskan kepada wakil ketua BPK, Abdullah Zainie untuk berkoordinasi dengan Udju Djuhaeri, anggota BPK, guna mempelajari kasus ini. Ia juga meminta kepada Khairiansyah dan Hasan Bisri untuk meyerahkan laporan tertulis. Kendati begitu, ia berjanji untuk membela para bawahannya bila kasus ini dibawa ke pengadilan. Diani


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Putri Mulyana Antar Surat Ayahnya ke KPK
Pengacara Mulyana Akan Menuntut Khairiansyah
Ada Anggota KPU Lain Juga Mencoba Menyuap BPK
Pejabat Jadi Tersangka Akan Dinonaktifkan
Sekjen PBB Agendakan Pertemuan Khusus dengan Menlu Asia-Afrika
Ketua KPU Mengetahui Ada Dana Taktis
Mahasiswa STAN Demo BPK
KPUD se-Sulawesi Tenggara Diduga Korupsi
DPR Tidak Akan Turut Campur Soal Suap KPU
Mahasiswa Tuntut KPK Tuntaskan Penyelidikan KPU
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [1]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data