Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Lima Persen Renewable Energy Pada 2020
Senin, 18 April 2005 | 15:44 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menargetkan penggunaan energi yang bisa diperbaharui (renewable energy) minimal lima persen dari total penggunaan energi konvensional pada 2020. Menurut Menteri Pertambangan dan Energi Purnomo Yusgiantoro, hal ini sesuai komitmen pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi yang bisa diperbarui.

Kontribusi energi terbaharui ini diharapkan bisa cukup signifikan untuk menyuplai kebutuhan konsumsi energi nasional, kata Purnomo dalam sambutan pembukaan World Renewable Energy Regional Congress 2005, di Jakarta, Senin (18/4). Angka lima persen itu kata Menteri, setara dengan 2500 megawatt. “Ini dihitung dari kebutuhan energi listrik nasional sekitar 50 ribu mega watt,” kata Purnomo.

Dalam pidato sambutannya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, pemerintah akan memfokuskan perhatian pada pemanfaatan energi terbarukan dari air dan matahari. “Suatu ketika energi minyak dan gas bumi akan habis karena terus menerus dieksplorasi dan dikonsumsi,” kata SBY.

Sebab lainnya, menurut SBY, sumber energi konvensional dari fosil itu, terbilang relatif mahal dan tidak ramah lingkungan, sebab jasi penyebab pencemaran. Dengan harga yang cenderung meninggi, lanjut SBY, masih banyak masyarakat di kawasan Asia dan Afrika yang belum bisa menikmati energi fosil itu.

Presiden juga mendukung terbentuknya komunitas energi terbarukan yang anggotanya negara-negara di Asia dan Afrika. “Jika upaya itu berhasil, maka jutaan rakyat miskin di Asia dan Afrika akan mendapatkan akses terhadap energi dengan harga yang terjangkau,” kata SBY.

Budi Riza

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro tertawa  saat mendengarkan penjelasan salah seorang staf Deputi I menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat pada acara jumpa pers  mengenai kebijakan pengurangan subsidi bahan bakar minyak tahun 2002 di kantor Meneg Komunikasi dan Informasi Jalan Merdeka Barat Jakarta , 23 Januari 2002 [ TEMPO/Bagus Indahono; K8A/121/2002; 2002 ] Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507].
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Bantah Akan Bangun PLTN Muria pada 2010
Presiden: Islam Tidak Terkait dengan Terorisme
KTT Asia Afrika Terancam Gempa
Jusuf Kalla : Tidak Ada Berbicara Merdeka
Jefrey Sach Diundang Tanggulangi Kemiskinan
Presiden Ingin Naikkan Gaji PNS
Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
RI-Timor Leste Sepakati Perjanjian Perbatasan
Presiden Yudhoyono Beri Penghormatan Kepada Paus di Dili
Presiden Pilih Mobil Jepang Untuk Kendaraan Dinas
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data