Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden: Bencana Alam Bagian dari Fenomena Alam
Minggu, 17 April 2005 | 19:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berpendapat, bencana alam yang belakangan ini menimpa adalah bagian dari fenomena alam. Dari sudut pandang ini, manusia tidak dapat mencegahnya, melainkan hanya dapat mengurangi ekses yang ditimbulkan.

Untuk itu, kata Presiden, bencana alam harus dimaknai sebagai pelajaran berharga. Dan yang lebih penting lagi, "Marilah kita mendekatkan diri kepada Allah semoga terhindar dari musibah dan bencana," himbau Presiden saat membuka Kongres Umat Islam Indonesia IV di Masjid Istiqlal Jakarta, Minggu (17/4).

Presiden juga menyinggung soal terorisme dan pluralisme. Terorisme, menurutnya, tidak terkait dengan ajaran agama tertentu. Terorisme dapat timbul karena ada kondisi-kondisi yang mendorongnya. Dalam hal ini, katanya, umat Islam harus mebuktikan bahwa agamanya tidak terkait dengan terorisme. "Umat Islam harus menjadi pelopor untuk menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang cinta damai," serunya.

Ihwal pluralisme, Presiden mengingatkan bahwa Al Quran dan kitab-kitab suci yang memberikan ajaran bagaimana manusia seharusnya menyikapi keragaman, yaitu dengan cara menghargai dan saling mengenal. "Mari kita menghargai perbedaan," himbaunya lebih lanjut.

Berkaitan dengan Kongres Umat Islam Indonesia ini, Presiden menganggap agenda tersebut perlu untuk dilakukan. Menurutnya, kongres dapat menjadi ajang untuk membahas agenda penting bagi umat Islam dan mengevaluasi hasil kongres sebelumnya. Selain itu kongres juga untuk menjaring gagasan baru dan menentukan penyikapan atas perubahan aktual.

Harun Mahbub-Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Korban-korban gempa tampak sedang diinfus di tenda darurat bencana alam gempa bumi di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/397/2000; 2000/07/27]. Angin Topan Blanca dilihat saat misi NASA, Mei 1992. [Gamma/ Salaber-Laison; 10D/496/1992; 20040127].
Angin Topan Blanca
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ketua Umum PKB Diusulkan Dipilih Langsung
Sejumlah Ulama Menilai Ada Penyimpangan dalam Muktamar PKB
Gus Dur Kembali Pimpin Dewan Syuro PKB
Gus Dur Kecam Pembaiatan KH Ma’ruf Amin
Mahfudz MD Resmi Deklarasikan Pencalonannya
Hasyim Muzadi : Saifullah Yusuf Harus Mengundurkan Diri
Ditipu PKB, Ganggu Muktamar
Gus Dur: PKB Harus Mampu Bersaing
Khofifah Dukung Machfud Sebagai Ketua Umum PKB
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
Lewat Pramuka Menuju Aceh
Nyiur di Meulaboh Tak Lagi Gagah Melambai
Derita Pengungsi Belum Berakhir
Keppres RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi
Gempa Terus Berulang
Suatu Malam Jauh di Selatan
Rumah Instan Tahan Gempa
> selengkapnya...

Website

Palang Merah Indonesia
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Bupati Aceh Besar Mengundurkan Diri
Guru Tolak Aturan Pendanaan Pendidikan
Fernando Alonso Kuasai Free Practice 2
Al Amin Mengaku Tak Berpengaruh di Komisi Kehutanan DPR
Hughes Bersumpah Jadikan City Raksasa Eropa

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data