Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden: Islam Tidak Terkait dengan Terorisme
Minggu, 17 April 2005 | 17:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambanag Yudhoyono menegaskan bahwa terorisme tidak ada kaitannya dengan Islam, begitu juga dengan kelompok agama tertentu.

"Terorisme tidak terkait secara spesifik dengan umat tertentu. Terorisme bisa muncul di kalangan pemeluk agama mana saja, bahkan di kalangan yang tidak punya agama," ujar Presiden dalam sambutannya saat membuka Kongres Umat Islam Indonesia IV di Masjid Istiqlal, Jakarta, Minggu (17/4).

Presiden membuka kongres yang berlangsung dari tanggal 17-21 April 2005 di depan hampir ribuan umat Islam. Pada pembukaan ini hadir beberap menteri kabinet, di antaranya Menteri Agama Maftuh Basuni, Menteri Kehutanan M.S. Kaban, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Tuti Alawiyah, Ketua MUI Sahal Mahfud, Sekretaris Umum MUI Din Syamsudin, perwakilan dari beberapa duta besar negara sahabat, penyair Taufik Ismail dan kelompok-kelompok Islam lainnya.

Di depan peserta kongres, Yudhoyono meminta umat Islam harus menunjukkan kepada dunia bahwa Islam tidak ada kaitannya dengan terorisme. Menurutnya, Islam justru menyuruh umatnya berbuat adil, menolak kekerasan dan mencintai perdamaian. Karena itu dia meminta umat Islam Indonesia harus menjadi pelopor menunjukkan ke dunia bahwa Islam adalah agama yang cinta damai.

Sunariah

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

KTT Asia Afrika Terancam Gempa
Jusuf Kalla : Tidak Ada Berbicara Merdeka
Jefrey Sach Diundang Tanggulangi Kemiskinan
Presiden Ingin Naikkan Gaji PNS
Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
RI-Timor Leste Sepakati Perjanjian Perbatasan
Presiden Yudhoyono Beri Penghormatan Kepada Paus di Dili
Presiden Pilih Mobil Jepang Untuk Kendaraan Dinas
SBY Diminta Hadir di Persidangan
Presiden Yudhoyono Bantah Pernyataan Megawati
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data