|
Nasional
Pencarian Twin Otter GTI Libatkan Suku di Papua
Sabtu, 16 April 2005 | 21:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jayapura:Memasuki hari ke lima hilangnya pesawat Germania Trisila Air (GT Air) bernomor register PK-LTZ sejak Selasa (12/4) lalu setelah enam menit take off dari Bandara Moses Kilangin, Timika, upaya pencarian pesawat ini terus dilakukan. Menurut Danlanud Mimika yang juga menjabat sebagai Ketua Tim SAR Mission Coordination (MSC), Mayor (Pnb) Yayok Endari Sunar, pencarian hari ini terpaksa ditutup sekitar pukul 11.00 WIT. "Kami terpaksa menghentikan penyisiran hari ini pada pukul 11.00 WIT karena cuaca berkabut,"katanya.
Pencarian hari ini juga masih melibatkan AMA (Associated Mission Aviation) dengan register PK-RCY, satu jenis pesawat Twin Otter milik MAF (Mission Aviation Fellowships) dengan register PK-MPS, satu buah helicopter jenis Bell 212 milik Airfast serta helikopter jenis Bell P-5001 milik Polri. "Kami memberangkatkan pencarian lewat udara sekitar pukul 06.00 WIT dengan wilayah penyisiran Iwaka Barat, Mimika Barat. Pencarian ini terpaksa dihentikan pukul 11.00 WIT karena cuaca berkabut,"katanya.
Penyisiran hari ini, menurut Yayok juga melibatkan tiga kepala suku besar, yakni Suku Kamoro, Dani dan Amungme. "Keterlibatan ketiga tokoh adat ini merupakan alternatif secara tradisional untuk menemukan pesawat yang hilang, karena mereka mengetahui keadaan alam di daerah ini,"ujarnya.
Dalam penerbangannya, ketiga kepala suku ini juga menggelar ritual adat dan doa dengan bahasa daerah guna meminta petunjuk kepada Yang Maha Kuasa untuk diberitahu letak pesawat tersebut.
Selain itu, menurut Kepala Polres Mimika, Ajun Komisaris Besar Paulus Waterpauw, pencarian lewat darat juga terus dilakukan dengan melibatkan 18 orang, gabungan antara Brimob dan Tim SAR. Tim ini juga melibatkan masyarakat dan pencari kayu di hutan. "Dalam pencarian di Sungai Iwaka Distrik Kuala Kencana, tim melakukan pendekatan secara persuasif kepada masyarakat dan pencari kayu di hutan. Kami meminta agar segera melapor bila menemukan tanda-tanda mencurigakan terkait hilangnya pesawat GT Air tersebut,"kata Waterpauw Sabtu (16/4).
Hingga Sabtu siang, informasi yang didapat Tim itu telah memasuki perbatasan Sungai Kamoro dan masuk ke Kali Merah yang letaknya jauh dari Distrik Kuala Kencana. "Tim ini bermalam di hutan, jadi saya instruksikan agar lebih berhati-hati, karena hampir seminggu ini cuaca kurang mendukung, sehingga dalam melakukan penyisiran agak lambat,"ujarnya.
Tim pencari itu juga telah melakukan koordinasi dengan Polsek-Polsek di pedalaman Kabupaten Mimika, khususnya di Jila, Kokonao dan Tembagapura untuk segera melakukan penyisiran dan memantau daerah mereka masing-masing terkait hilangnya pesawat GT Air tersebut.
Lita Oetomo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47704_high_thumb.jpg) |
![Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]](/hg/photostock/2004/12/28/s_K8A47706_high_thumb.jpg) |
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
| Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|