Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Ada Anggota KPU Lain Juga Mencoba Menyuap BPK
Sabtu, 16 April 2005 | 01:10 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Usaha penyuapan terhadap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ternyata tidak hanya dilakukan oleh Mulyana W. Kusumah. Tapi, juga pernah dicoba oleh anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang lain.

Menurut Hasan Bisri, anggota BPK yang menangani pemeriksaan keuangan negara lembaga non departemen, upaya-upaya penyuapan seperti yang dilakukan terhadap Khairiansyah juga terjadi pada sub tim pemeriksa lainnya. "Langsung atau tidak langsung mereka melakukan pendekatan-pendekatan. Itu semua buktinya ada rekamannya begitu jelas, gambarnya juga begitu jelas,"katanya.

Mulyana W. Kusumah ditangkap oleh tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat mencoba menyuap Ketua Sub Tim Pemeriksaan Investigasi Pengadaan Barang KPU, Khairiansyah Salman di Hotel Ibis, 8 April lalu. Upaya penyuapan oleh anggota KPU lain itu bukan hanya berupa indikasi, tapi sudah nyata. "Itu sudah dipertegas, mereka menelepon-nelepon. Tapi nggak dilayani lagi,"kata
Hasan.

Namun, setelah usaha mereka tidak direspon oleh auditor BPK, mereka tidak meneruskan usaha penyuapan tersebut. "Siapa yang berani, mau bunuh diri, mana mungkin,"kata Hasan. Sayangnya, Hasan menolak menyebutkan nama-nama anggota KPU lain yang melakukan upaya yang masuk dalam tindak pidana korupsi itu.

Menurut Hasan, yang diinginkan BPK dari hasil audit investigasi bukan hanya penangkapan Mulyana, tapi ada masalah apa sebenarnya di balik penangkapan itu. "Puncuk gunung es-nya masih ada. Saya yakin dengan KPK sudah menggeledah, hal itu bisa dibongkar,"ujarnya.

Inisiatif pertama untuk melakukan negosiasi atas hasil audit, menurut Hasan, datang dari Mulyana. "Inisiatif negosiasi datang dari KPU dulu. Berdasarkan pengalaman saya sebagai auditor, yang begitu-begitu pasti inisiatif datangnya dari orang yang bakalan menanggung persoalan,"katanya.

Berdasarkan laporan Khairiansah, pendekatan langsung dilakukan Mulyana tanpa menggunakan perantara.
"Khairiansah sendiri mengaku heran orang sekelas Mulyana mau turun sendiri menjadi operator lapangan,"kata Hasan.

Upaya penyuapan pertama kali dilakukan oleh Mulyana pada bulan Maret. "Kemudian diikuti kejadian terakhir (Hotel Ibis),"kata Hasan. Sekaligus membantah pernyataan Mulyana bahwa upaya pemerasan justru datang pertama kali dari Khairiansyah. Menurut Hasan, anak buahnya itu sudah memperlihatkan bukti di depannya langsung bahwa inisiatif penyuapan dimulai dari Mulyana. "Saya juga sudah ngomong awas kalau kamu yang berinisiatif," katanya menirukan omongan kepada Khairi saat itu.

Hasan sudah menduga kemungkinan adanya tuduhan seperti itu dari pihak Mulyana. "Tapi biar nanti proses hukum yang membuktikan. Nanti akan saling buka-bukaan mana yang paling benar akan ketahuan,"ujarnya.

Soal siapa yang mengawali pengungkapan kasus tersebut, dimulai dari inisiatif Khairiansah yang melaporkan indikasi penyuapan oleh Mulyana kepada KPK. Menurut Hasan, karena kalau Khairiansah tidak melaporkan maka justru dia yang akan dianggap bersalah. "Jika Khairi dituduh mau mencari duit dengan menggunakan hasil temuannya, kenapa justru melapor ke dirinya dan KPK,"katanya.

Hasan juga tahu, bahwa Khairiansah melakukan tukar menukar informasi dengan KPK, karena dirinya yang mengeluarkan surat tugas. "Dan saya akui, saya memang belum sempat melaporkan hal ini ke Pak Anwar (Ketua BPK Anwar Nasution),"katanya.

Mengenai hasil audit investigasi, Menurut Hasan, Khairiansah, sudah menyelesaikannya dan laporannya sudah diterimanya. Sebenarnya, laporan itu sudah disampaikan dua minggu lalu oleh BPK kepada KPU untuk ditanggapi. "Jadi ketika kejadian terakhir kemarin (penyuapan), pimpinan KPU sudah baca dan tahu,"katanya.

Sam Cahyadi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Ketua Umum Partai Golkar, Akbar Tandjung dalam pendaftaran verifikasi partai politik (Parpol) peserta Pemilu di kantor KPU, Jakarta, Rabu, 17 September 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K20A/171/2003; 20030917] KOTAK SUARA HASIL PEMILU TAHUN 1999, JAKARTA TAHUN 1999   [BERNARD CHANIAGO; 27D/206/99; 990807].
Akbar Tandjung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pejabat Jadi Tersangka Akan Dinonaktifkan
Sekjen PBB Agendakan Pertemuan Khusus dengan Menlu Asia-Afrika
Ketua KPU Mengetahui Ada Dana Taktis
Mahasiswa STAN Demo BPK
KPUD se-Sulawesi Tenggara Diduga Korupsi
DPR Tidak Akan Turut Campur Soal Suap KPU
Mahasiswa Tuntut KPK Tuntaskan Penyelidikan KPU
Ketua KPU Palembang Tersangka Korupsi Kertas Suara
KPK Periksa Ruang Sekjen Komisi Pemilu
Mulyana Besok Batal 'Buka-bukaan'
> selengkapnya...


Referensi

Tongkat Estafet BPK Terganjal

Jadual Pemilu 2004 untuk DPD, DPR dan DPRD
Pasangan Calon Presiden-Wakil Presiden
Jadwal Kampanye Pemilu Presiden
Syarat Kesehatan Calon Presiden
Keputusan KPU tentang Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden
Keppres RI No. 3 Tahun 2004 Tentang Sistem Kepegawaian Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan
PP RI No. 9 Tahun 2004 Tentang Kampanye Pemilihan Umum Oleh Pejabat Negara
> selengkapnya...

Website

Partai Demokrat
Partai Keadilan
Partai Golkar
Partai Kebangkitan Bangsa
Koalisi Media untuk Pemilu
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data