Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

RI Tolak Permintaan Hak Veto dari GAM
Jum'at, 15 April 2005 | 19:26 WIB

TEMPO Interaktif, Helsinki: Delegasi pemerintah Indonesia menerima sejumlah permintaan Gerakan Aceh Merdeka, seperti hak pengelolaan hutan dan perikanan, serta pemerintahan di tingkat desa. Namun, pemerintah menolak sejumlah permintaan lainnya yang dinilai melanggar konstitusi.

Menurut Menteri Komunikasi dan Informasi Sofyan Djalil, permintaan yang ditolak antara lain hak veto bagi anggota parlemen dari Aceh untuk pengambilan keputusan yang berkaitan dengan provinsi itu. "Pembicaraan berlangsung baik. Kami tahu apa yang mereka inginkan," kata Sofyan kepada wartawan, Kamis,di Helsinki, tempat pembicaraan putaran ketiga digelar.

Selain pengelolaan perikanan dan hutan serta pemerintahan desa, permintaan yang bisa diterima delegasi pemerintah adalah "lagu kebangsaan" dan bendera Aceh. Alasannya, kata Sofyan, semua provinsi di Indonesia pun memiliki lagu dan lambang masing-masing.

Pembicaraan putaran ketiga yang difasilitasi Crisis Management Inisiative pimpinan mantan Presiden Finlandia, Martti Ahtisaari, itu akan ditutup Minggu. Kedua delegasi telah membicarakan pengaturan ekonomi dan penyatuan kembali anggota GAM dengan masyarakat Aceh. AFP/Budi S

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Bendera Gerakan Aceh Merdeka / GAM setelah diturunkan di Sarinah, Jakarta 28 Juli 2000 [TEMPO / M. Safir Makki; 30d/495/2000; 2000/08/25]. Papan nama di bekas kantor Dirjen RTF (Radio Televisi Film) yang dicoret-coret oleh anggota GAM dengan tulisan
Aceh
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jusuf Kalla : Tidak Ada Berbicara Merdeka
GAM Akui Capai Kesepakatan dengan Pemerintah
Wapres: Perundingan dengan GAM Akan Hasilkan Kesepakatan
Fasilitator: Perundingan RI-GAM Mulus
GAM Berharap Perundingan Mencapai Hasil Positif
Proses Hukum Petinggi GAM di Swedia Masih Berlangsung
Operasi Keamanan Tetap Dilanjutkan
Pemerintah Kaji Permintaan "Self Governance" GAM
Presiden: Otonomi Khusus Solusi Final Konflik Aceh
RI-GAM Bahas Proposal Otonomi Khusus
> selengkapnya...


Referensi

Pemeriksaan Hasan Tiro
Operasi Militer di Aceh
Bersemilah Damai di Aceh
Hasan Tiro dan Kasusnya
Kepres RI No. 97 Thn.2003 Tentang Pernyataan Perpanjangan Keadaan Bahaya Dengan Tingkatan Keadaan Darurat Militer Di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam
Inpres RI No.1 Thn.2002 Tentang Peningkatan Langkah Komprehensif Dalam Rangka Percepatan Penyelesaian Masalah Aceh
Inpres RI nomor 7 Tahun 2001 Tentang Langkah - Langkah Komprehensif Dalam Rangka Penyelesaian Masalah Aceh

Website

Departemen Pertahanan
Gerakan Aceh Merdeka
Kepolisian Republik Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data