Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Presiden Ingin Naikkan Gaji PNS
Jum'at, 15 April 2005 | 17:12 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah berencana untuk menaikkan gaji pegawai negeri sipil, tentara dan polisi untuk tingkatkan kesejahteraan mereka. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan negara ingin memberikan penghidupan yang layak. "Apakah cukup gaji Rp 800 ribu? Bagaimaana kalau Rp1,5 juta?," kata Yudhoyono dalam ceramah di hadapan peserta kursus reguler di Lembaga Ketahanan Nasional, Jumat (15/4).

Dengan kenaikan gaji itu, menurut Presiden, pemerintah akan menghitung efeknya di anggaran misalnya terhadap konsekuensi pendapatan fiskal. "Bagaimana ekonomi tumbuh, seiring naiknya pendapatan dan berkurangnya korupsi," kata dia. Pemerintah akan merumuskannya dengan DPR dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Secara terpisah, Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla mengatakan pemerintah membahas soal kenaikan gaji ini setiap tahunnya dalam penyusunan anggaran. "Pemerintah selalu mengevaluasi tingkat kesejahteraan pegawai, TNI dan Polri," kata dia. Kenaikan gaji akan disesuaikan dengan kemampuan pendapatan negara.

Menurut Menteri Koordinator bidan Perekonomian Aburizal Bakrie, kenaikan gaji akan diutamakan pada tataran pegawai yang paling rendah. "Kenaikan gaji untuk level menengah dan atas dibuat paling kecil," kata dia. Pemerintah akan mengajukan RAPBN 2006 ke DPR pada Agustus atau September. Ia berharap pendapatan pemerintah naik tahun depan. Budi Riza

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid alias Cak Nur (kanan) didampingi calon presiden dari Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY (kiri), dalam konferensi pers seusai melakukan pertemuan empat mata di kediaman Cak Nur di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Kamis, 6 Mei 2004. [TEMPO/Usman Iskandar; K21A/204/2004; 20040507]. Panglima Angkatan Bersenjata Singapura, Mayor General Ng Yat Chung (kiri) bersalaman dengan Menteri Negara Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Susilo Bambang Yudhoyono saat melakukan kunjungan kerja di Kantor Menko Polkam, Jakarta, 17 Juni 2003. [TEMPO/ Bagus Indahono; K15A/407/2003; 20030625].
Nurcholish Madjid dan Susilo Bambang Yudhoyono
Susilo Bambang Yudhoyono dan Ng Yat Chung
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Presiden: Ambalat Adalah Wilayah Indonesia
RI-Timor Leste Sepakati Perjanjian Perbatasan
Presiden Yudhoyono Beri Penghormatan Kepada Paus di Dili
Presiden Pilih Mobil Jepang Untuk Kendaraan Dinas
SBY Diminta Hadir di Persidangan
Presiden Yudhoyono Bantah Pernyataan Megawati
Presiden Perintahkan Semua Instansi Bantu Nias
Presiden Tunda Kunjungan ke Luar Negeri
Partai Demokrat Solo Tak Akan Calonkan SBY
Presiden: Pornografi dan Pornoaksi Sudah Tak Bisa Ditoleransi
> selengkapnya...


Referensi

Kronologi 100 Hari Pemerintahan Yudhoyono
Kasus Puteh dan Masa Depan Pemberantasan Korupsi
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Jangan Sampai Jadi Dokumen Tanpa Arti

Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data