Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Merpati: Kecelakaan Karena Faktor Alam
Jum'at, 15 April 2005 | 13:30 WIB

TEMPO Interaktif, MAKASSAR:General Manager Merpati Airlines, Zainuddin menyimpulkan kecelakaan pesawat Merpati saat melakukan pendaratan di Lapangan Hasanuddin, Makassar tadi malam karena hujan lebat dan perubahan arah angin.

Pesawat rute Biak-Makassar-Surabaya-Jakarta itu mengalami gangguan pendaratan karena terjadi Windshear (perubahan arah kecepatan angin secara tiba-tiba dan susah diprediksi). Akibatnya, pesawat dengan register PKMBQ itu terhempas.

Namun, pesawat jenis Boeing 732 dengan nomor penerbangan MZ 749 yang dipiloti oleh Kapten Theodore, berhasil mengatasi keadaan sehingga tetap dapat mendarat di landasan (tidak keluar runway). Pesawat buatan tahun 80-an ini, mengalami kerusakan berupa patahnya Landing Gir.

“Itu hal yang sangat saya kagumi, apalagi dalam kondisi cuaca yang sangat buruk,” ujar Zainuddin kepada pers di Hotel Sahid Jaya Makassar, , Sulawesi Selatan, Jumat (15/4).

Sementara itu, dari 63 orang penumpang, 53 dewasa, 5 anak-anak, serta 6 orang kru semuanya selamat. Sampai saat ini, 9 orang masih dirawat di rumah sakit, yakni lima orang di RS AURI dan empat orang di RS Stella Maris.

Pihak Merpati yang diwakili oleh Zainuddin menjamin biaya perawatan para penumpang
Akan ditanggung perusahaan, dan akan mendapatkan asuransi dari Merpati. Untuk penumpang yang akan melanjutkan ke Surabaya dan Jakarta disiapkan pesawat dan crew pengganti untuk meneruskan perjalanan sampai ditujuan. Irmawati

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh  dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]



Beberapa petugas dari kepolisian dibantu masyarakat mengangkut rongsokan pesawat latih mini PK-SKB yang jatuh di dekat pintu tol Cililitan, Jakarta, 20 Juli 2002. Peristiwa ini menewaskan pilot Brigjen Pol. Bakat Poerwanto dan melukai tiga orang lainnya. [TEMPO/ Yusnirsyah Sirin; K8A/477/2002; 20020723]
Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
Peristiwa Jatuhnya Pesawat Latih Mini
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Merpati Tergelincir, Roda Depan Patah
Pencarian Pesawat GT Air Terus Dilakukan
Pencarian Pesawat di Mimika Belum Berhasil
Pencarian Twin Otter yang Hilang Diteruskan Hari Ini
Tim Investigasi Mulai Usut Penyebab Jatuhnya Pesawat DAS
Lion Air Makassar-Ambon Kehabisan Oksigen
Anggaran Pendidikan Kota Solo Hanya 2,5 Persen
Polri Bentuk Tim Menyelidiki Penyebab Jatuhnya Cassa 212
Permukaan Sungai Cisadane Mulai Meninggi
Kompetisi Sekolah Lingkungan Resmi Dibuka
> selengkapnya...


Referensi

Pesawat Cassa 212 PK 2032
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data