Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Adhie Masardi Mundur Sebagai Juru Bicara Gus Dur
Jum'at, 15 April 2005 | 07:52 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Adhie Masardi menyatakan mengundurkan dirinya sebagai Juru Bicara Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Kamis (14/4). Ia merasa profesionalismenya sebagai juru bicara telah dicederai oleh Sekretaris Dewan Syuro PKB Arifin Junaidi dan kelompoknya.

Persoalan ini terkait dengan pernyataan Gus Dur yang disampaikan Adhie Masardi, bahwa Gus Dur merestui Saifullah Yusuf untuk maju sebagai kandidat Ketua Umum PKB dalam muktamar pekan depan. Syaratnya, Saifullah yang juga kemenakan Gus Dur itu harus melepas jabatannya di eksekutif sebagai Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal dan sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda Anshor.

Adhie merasa yakin apa yang disampaikannya beberapa hari lalu itu benar-benar pesan dari Gus Dur. Namun, Arifin kemudian justru menyampaikan pernyataan lain yang justru dapat menimbulkan keraguan publik terhadap reputasinya. "Orang jadi bertanya apakah yang saya sampaikan benar dari Gus Dur atau tidak," jelasnya.

Adhie menjelaskan dirinya dan Gus Dur memiliki mekanisme yang unik dalam berkomunikasi. Selain itu, kata Adhie, sejak Gus Dur masih presiden, tidak pernah ada komplain yang menyatakan bahwa dirinya salah dalam mengungkapkan pemikiran Gus Dur. Harun Mahbub

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Pprotes anti presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur oleh Badan Eksekutif Mahasiswa/ BEM se Indonesia dengan poster bertuliskan Gus Dur harus digusur kalo tidak negara pasti hancur di depan Istana Negara, Jakarta, Senin, 12 Maret 2001.  Foto: TEMPO/ Bernard Pendukung presiden Abdurrahman Wahid/ Gus Dur menusukkan besi ke mulutnya saat protes menolak Sidang Istimewa/ SI di Monas, Jakarta, 30 Mei 2001 [Koran TEMPO/ Josua Alessandro; K1A/423/2001; 20010616].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Trah Gus Dur Diimbau Tak Pimpin PKB
PKB Jawa Timur Perjuangkan Saifullah Yusuf Bisa Maju
Dituduh Terlibat PKI, Adum Sadeli Dipecat Dari Garuda
Saefullah Menyambut Pernyataan Abdurrahman Wahid
PKB Banten Dukung Wahid Sebagai Ketua Dewan Syuro
Wahid – Muhaimin Didukung PKB Sumatera
PKB Jawa Tengah Bebaskan Pengurus Daerah Pilih Ketua Umum
Pemecatan Alwi Shihab dan Syaifullah Dibatalkan
DPW PKB Yogyakarta Adakan Silaturahmi Pra Muktamar
Soal PKI Gus Dur Somasi Balik LBH Jakarta
> selengkapnya...


Referensi

Inpres RI No. 4 Tahun 2000 Tentang Penertiban Rekening Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen
UU No. 31/2002 tentang Partai Politik
UU No. 2/1999 tentang Partai Politik
UU No. 2 Tahun 1999 tentang Partai Politik

Website

Partai Kebangkitan Bangsa
NU Online


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data