Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Bea Cukai Bantah Penyelundupan 58 Mobil Mewah
Kamis, 14 April 2005 | 15:17 WIB

TEMPO Interaktif, Medan:Bea dan Cukai Belawan, Medan membantah pemberitaan soal penyelundupan 58 mobil mewah dan barang bantuan lainnya yang mengatasnamakan barang bantuan kemanusian untuk Aceh dan Nias.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penyidikan Kantor Pelayanan Bea Cukai Belawan, Cerah Bangun, barang-barang tersebut tertahan di Belawan karena belum dikeluarkannya surat rekomendasi dari Menteri Perdagangan tentang ijin impor. Sedangkan pajak dan bea masuk telah dibebaskan oleh Menteri Keuangan.

“Jadi tidak ada indikasi penyelundupan memboncengi bantuan kemanusiaan “ kata Cerah kepada Tempo, Kamis 14/4.

Ia menyebut, jumlah mobil yang tertahan di bea cukai Belawan bukan 58, tapi 70 unit. Mobil tersebut merupakan pesanan dari beberapa lembaga swadaya masyarakat Internasional yang sedang membantu pemulihan bencana Aceh dan Nias. “Mereka menilai jenis mobil-mobil itu cocok untuk wilayah Medan, dan bukan termasuk mobil mewah,” ujar Cerah.

Selain itu, sebanyak 67 kontainer berisi makanan, minuman, obat-obatan, tenda, dan bahan bangunan sebagai bantuan untuk Aceh dan Nias juga masih tertahan di bea cukai Belawan. Namun, tertahannya barang-barang ini bukan karena ada masalah, tapi menurut Cerah, “Hanya menunggu pemiliknya untuk mengambil.“

Beberapa hari lalu, M Yusuf Rizal, Direktur Lumbung Informasi Rakyat (Lira) Blora Center mengungkapkan ada 58 mobil mewah dan 150 kontainer yang diselundupkan dengan membonceng bantuan kemanusiaan untuk Aceh dan Nias.

Mobil-mobil mewah itu diimpor atas nama, antara lain Palang Merah Indonesia (16 buah Nissan X-Trail), Mrs. Kristina (6 buah Mercedez Benz), Mr. Nasser Kasami dari solidaritas Indonesia (4 buah Toyota Landcruiser), dan UNICEF Medan (14 buah Toyota Hi-Ace). Hambali Batubara dan Bambang Soed

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Kameraman SCTV dan anak-anak kecil yang berkumpul setelah gempa di Bengkulu, Juli 2000 [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010422-102 Petugas kesehatan memeriksa  tekanan darah seorang ibu korban gempa bumi di tenda-tenda darurat di Bengkulu, Juli 2000. [TEMPO/ Rully Kesuma; 30d/394/2000; 2000/07/26].
Kameraman dan Anak-Anak
Korban Gempa Bumi Bengkulu
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nias Selatan Belum Normal
Gangguan Gunung Meletus Efek Gempa Nias
Korban Gempa Nias Mendapat Rp. 3.000 Per Hari
Rehabilitasi Gempa Alor Baru 60 Persen
Aktivitas Masyarakat di Gunung Sitoli Mulai Normal
Murid di Nias Cemas Tidak Lulus Ujian Akhir Nasional
Polisi Minta Pengungsi di Nias Kembali
Gempa Bumi di Sumatera Barat
Kelompok Kristen Kanada Berikan Pengobatan Gratis di Sibolga
Gempa Di Sumatera Utara Mulai Reda, Sumbar Waspada
> selengkapnya...


Referensi

Gempa Selama 2005
PP RI No. 82 Tahun 2000 Tentang Karantina Hewan
Gempa Terus Berulang

Website

Info Penyakit Menular
Bakornas Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi (PBP)
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Badan Meteorologi dan Geofisika
Departemen Sosial


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Soekarwo Dekati PGRI
Tarif PDAM Bojonegoro Naik 50 Persen
PT Sarana Tanggapi Surat Petani Super Toy HL-2
Hanya Enam Parpol di Malang yang Penuhi Kuota Perempuan
Tiket Kereta Bojonegoro-Jakarta Ludes Terjual

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data