|
Nasional
BIN Kembali Tidak Hadiri Undangan TPF
Kamis, 14 April 2005 | 14:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (BIN) Nurhadi Jazuli menolak memenuhi undangan Sekretariat Tim Pencari Fakta (TPF) Munir di kantor Komisi Nasional Perempuan, Kamis (14/4). Dia tetap minta agar pertemuannya dengan TPF dilakukan di kantor BIN.
Ketua TPF Brigjen Marsudi Hanafi mengatakan, pihaknya tidak bisa memenuhi keinginan tersebut. Akhirnya, pertemuan hari ini, kembali batal, setelah pembatalan Senin lalu.
Hari ini, TPF kembali akan melayangkan surat panggilan untuk yang ketiga kalinya kepada Nurhadi. Rencananya Nurhadi diminta hadir memenuhi undangan TPF di kantor Komnas Perempuan, Kamis (23/4).
Meskipun sudah dua kali Nurhadi tidak memenuhi undangan TPF, namun Marsudi mengatakan tidak akan memanggil paksa paksa. "Ini sifatnya undangan, jadi tidak pakai paksa-paksaan," katanya kepada wartawan, Kamis (14/4).
Marsudi juga menolak jika Nurhadi dikatakan tidak bersedia memberikan keterangan kepada TPF. "Bukan tidak mau, ini hanya masalah teknis saja," ujarnya.
Erwin Daryanto
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (tengah) dan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Nasution (kiri) pada rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Terorisme di Gedung MPR/ DPR, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].](/hg/photostock/2004/12/20/s_AR03021819_high_thumb.jpg) |
![Kepala BIN (Badan Intelijen Negara), AM Hendropriyono (kanan) berbincang-bincang dengan Izaac Latuconsina sebelum memulai Rapat dengar pendapat Pansus RUU Anti Teroris di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Selasa, 18 Februari 2003. Rapat tersebut akhirnya ditunda karena bertepatan dengan berlangsungnya Sidang Paripurna pengesahan UU Pemilu. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030318].](/hg/photostock/2004/12/20/s_AR03021812_high_thumb.jpg) |
| Anwar Nasution dan AM Hendropriyono
|
|
| AM Hendropriyono dan Izaac Latuconsina
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|