Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Malaysia Tolak Pindahkan Kapal Perang dari Ambalat
Rabu, 13 April 2005 | 17:55 WIB

TEMPO Interaktif, Putrajaya: Pemerintah Malaysia mengaku memiliki posisi yang kuat, guna "mempertahankan kedaulatan" di Laut Sulawesi yang menjadi obyek sengketa dengan Indonesia. Karenanya, Perdana Menteri Abdullah Ahmad Badawi menyatakan, kapal-kapal perang negaranya tidak akan meninggalkan wilayah yang dikenal sebagai blok Ambalat itu.

"Kami berpikir, Malaysia memiliki alasan yang kuat (untuk mempertahankan klaim kepemilikan Ambalat," kata Abdullah saat konferensi pers di Putrajaya, Malaysia. Ia menanggapi surat protes dari Jakarta atas insiden gesekan kapal perang milik kedua negara, Senin lalu.

Deputi Perdana Menteri Najib Razak menyatakan, wilayah di blok Ambalat adalah milik Malaysia. Untuk itu, kata dia, Malaysia memiliki hak untuk menempatkan angkatan lautnya di wilayah tersebut.

Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda di Jakarta hari ini menyebutkan, kepala staf Angkatan Laut dari kedua negara dijadwalkan akan bertemu untuk membahas insiden Senin lalu. Pertemuan dua hari direncanakan berlangsung di Batam guna "menurunkan ketegangan". b>AFP/Budi S

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Suasana acara Sidang ke-29 General Border Committee Malaysia - Indonesia di Hotel Shangri-La, Jakarta 16 November 2000 [Bernard Chaniago/ TEMPO; 31D/356/2000; 2000/12/6]. Presiden Soeharto didampingi Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohamad di Kuala Lumpur, Malaysia, 1987. [TEMPO/ Ekram Husein Attamimi; 13D/067/1992; 20030131].
Presiden Soeharto

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Protes Insiden Ambalat ke Malaysia
Pimpinan Angkatan Laut Indonesia dan Malaysia Akan Bertemu
Panglima TNI: Rp 13.500 Perhari untuk Prajurit di di Ambalat
Ketua MPR : Batas Luar Indonesia Lemah
Malaysia Hentikan Bermanuver Di Karang Unarang
Keluarga TKI yang Mati Bunuh Diri Belum Ditemukan
Pemain Indonesia Gagal Bertanding, Selangor Rusuh
Tiga WN Malaysia Segera Diadili
Rusdiharjo: Media Malaysia Memelintir Ucapan Saya
Orang Tua Lili Bertemu Dubes Indonesia untuk Malaysia
> selengkapnya...


Referensi

Panas Jakarta-Kuala Lumpur
Negara Berpagar Belasan Ribu Pulau
Ladang Minyak yang Diperebutkan Dua Negara
Babak Baru Sengketa Negeri Serumpun
Pulau-pulau kecil
ARMADA
Tumpang tindih lahan minyak
> selengkapnya...

Website

Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC)
The ASEAN Secretariat


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data