Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Nasional

Warga Protes Limbah B3 di Cibitung
Rabu, 13 April 2005 | 14:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perwakilan warga Kampung Blok Jenggot, Desa Suka Danau, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mendatangi kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) di Jakarta Rabu (13/4). Kedatangan warga bersama Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) ini bermaksud meminta KLH segera menyelesaikan pencemaran limbah B3 oleh PT Gunung Garuda (GG) di Cibitung. "Sampai saat ini proses menanganannya tidak jelas, pemerintah daerah dan polisi seperti tidak serius,"ujar Eko, perwakilan warga yang juga anggota Karang Taruna Bunga Bangsa Desa Suka Danau.

Kasus ini sebenarnya terjadi pada 15 Desember tahun lalu. Terjadi saat PT GG yang bergerak di bidang peleburan baja, melakukan pengurukan untuk perluasan lahan pabrik dengan menggunakan sisa peleburan besi (slags). KLH sendiri sudah mengkategorikan bahan pengurukan itu termasuk limbah B3.

Sempat terjadi musibah pada saat warga yang berprofesi sebagai pemulung berusaha mengambil slags dari truk pembawanya. Menurut catatan warga, satu orang meninggal, 14 luka berat dan tiga lainnya menderita luka ringan akibat terkena uap panas dari slags tersebut. Perusahaan sendiri, sesuai kesepakatan dengan pemda berjanji mengganti seluruh biaya kerugian akibat kecelakaan ini. "Namun, sampai saat ini ganti rugi belum diterima seluruh warga,"kata Eko.

Bukan mengganti kerugian, perusahaan malah melaporkan warga ke polisi dengan tuduhan mencuri slags di area perusahaan. Laporan perusahaan kepada Polda Metrojaya mengaku rugi Rp 20 juta.

Asisten Deputi Bidang Penegakan Hukum KLH, Sudarsono, yan menerima pengaduan Warga Jenggot itu menyatakan akan segera mengambil tindakan. Ia berjanji akan segera memanggil pemilik perusahaan tersebut. Disamping itu, akan dikirim tim KLH untuk mengecek tempat pembuang limbah B3 tersebut. "Supaya tahu sudah sampai mana pemeriksaan, mungkin besok atau lusa saya kirim tim itu,"ujarnya.

Rinaldi Dorasman


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Dirut APEL , Pengimpor Limbah B3 Buron
Penilaian KLH Pengaruhi Kualitas Kredit Perusahaan
Tahun Ini, KLH Nilai Kelayakan 460 Perusahaan
Polisi Diminta Usut Importir Limbah B3 Singapura
Profauna Desak Pemerintah Lindungi Kakatua Pulau Seram
Indonesia Perlu Solusi Komprehensif dalam Manajemen Air dan Air Limbah
Kota Besar Diwajibkan Punya Sitem Pengelola Sampah
Lahan Basah Terus Berkurang
DPRD Batam Curigai Hasil Tes Labfor Polri Medan
Kementerian Lingkungan Hidup Butuh 3.000 Penyidik
> selengkapnya...


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Yenny Wahid Bantah Klaim Yusril Didukung Gus Dur
Olimpiade Paralimpik Dibuka dengan Meriah
Christopher Terhenti di Final AS Terbuka
Marcos Senna, Terbaik La Liga Musim 2007/08
Mencontreng atau Mencoblos Ditentukan September Ini

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data