|
Nasional
Rachmawati: Peringatan 50 Tahun KAA Jangan Hanya Seremonial
Selasa, 12 April 2005 | 17:35 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Rachmawati Soekarno Putri mengingatkan agar serangkaian acara peringatan 50 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) tidak hanya menjadi ajang seremonial yang hanya membuang uang belaka.
“Peringatan KAA harus bisa melahirkan tak hanya semangat Bandung 1955, tapi juga bagaimana mewujudkannya. Kalau tidak begitu, sama saja hanya menghamburkan uang di masa krisis,” kata putri mantan presiden Soekarno itu seusai menemui peserta Asia-Africa Forum 2005 di Universitas Bung Karno, Selasa (12/4).
Ia mengingatkan, substansi perjuangan lahirnya KAA saat dunia terbelah ke dalam dua kekuatan, yakni blok prokapitalisme dan blok prokomunisme. Sayangnya, Indonesia saat ini justru telah berkiblat ke kapitalisme. Sebab, utang luar negeri Indonesia sekarang sudah mencapai 250 miliar dollar AS.
“Ini akibat pemimpin negara kita yang tak tepat memahami pemikiran Soekarno,” paparnya.
Sebelumnya, peserta Asia-Africa Forum 2005 diterima mantan Sekjen KAA 1955, Roeslan Abdulgani di Gedung Garuda, Departemen Luar Negeri. Dalam pertemuan itu, Roeslan mengingatkan mereka untuk tetap menjaga semangat perdamaian dan kemerdekaan yang menjadi inti “Dasasila Bandung”. Jojo Raharjo
| Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
|
| |
|
|
|
|
![Ketua Umum Partai Pelopor, Rachmawati Soekarnoputri (kanan) saat memberikan dukungan moril kepada wartawan TEMPO dalam menghadapi gugatan Tomy Winata di Kantor Koran TEMPO di Kebayoran, Jakarta Selatan, 6 Oktober 2003. [TEMPO/ Rendra; K18A/243/2003; 20031023].](/hg/photostock/2005/02/15/s_K18A24307_high_thumb.jpg) |
![Dari kiri ke kanan: Bambang Sudibyo, NN, NN, Rachmawati Soekarnoputri, dan Fuad Bawazier pada acara diskusi KAHMI, Jakarta, 26 Februari 2003. [TEMPO/ Amatul Rayyani; Digital Image; 20030226].](/hg/photostock/2004/12/16/s_AR03022604_high_thumb.jpg) |
| Rachmawati Soekarnoputri di kantor TEMPO
|
|
| Bambang Sudibyo, Fuad Bawazier, dll
|
|
|
|
|
INDEKS BERITA LAINNYA :
|