Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Jakarta

Berbenah Lewat Traffic Management Center (TMC)
Senin, 11 April 2005 | 18:43 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: "Ada yang bisa kami bantu? Dari bapak siapa? Tabrak lari?Kejadiannya di mana? Bapak masih ingat nomor polisi mobil yang menabrak? Berapa nomornya? Baik, berapa nomor telpon bapak? Baik, anggota kami yang terdekat dengan posisi itu segera bergerak." Itulah kalimat yang terdengar dari salah seorang operator di Traffic Management Center (TMC)

Layar proyektor komputer langsung menampilkan lokasi sekitar tempat kejadian perkara, dengan menggunakan Global Position System (GPS). Di sana juga terlihat posisi polisi terdekat dengan lokasi. Petugas di TMC lainnya langsung memberikan informasi pada polisi terdekat itu. Tak berapa kemudian, layar itu menampilkan seorang pengendara motor sedang tergolek di pinggir jalan. Pada layar proyektor lainnya, nomor polisi yang diduga melakukan aksi tabrak lari, dicari datanya, lewat jaringan intranet. Setelah data masuk, keluarlah nama pemilik kendaraan, alamat, nomor rangka, nomor mesin, tahun pembuatan, dan data lainnya.

Cepat. Mungkin kata yang tepat untuk menilai sistem ini. Tapi tunggu dulu. Telpon 112 bukan satu-satunya saluran yang bisa dipakai untuk melaporkan berbagai kejadian di rimba jalan raya Jakarta. Jika tidak ingin menelpon, cukup kirim pengaduan lewat pesan pendek ke nomor 1717, bisa mengklik di internet lewat alamat situs www.lantas.metro.polri.go.id, atau kirim fax ke nomor 021 5709247

Untuk mendukung itu semua, pihak Direktorat Lalu lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya, melengkapi peralatannya dengan sejumlah teknologi terbaru. Selain menggunakan 44 GPS yang terpasang di 29 unit mobil dan 15 unit sepeda motor patroli, di seluruh jagat Jakarta dan sekitarnya telah dipasang kamera pengawas (CCVT) sebanyak 50 unit, yang ditempatkan di berbagai titik macet dan rawan gangguan kemanan, diantaranya Pancoran, Bundaran HI, Mabes Polri, hingga Istana Negara, yang bisa digerakan 360 derajat. "Semua peralatan itu difungsikan oleh 36 orang petugas (TMC), selama 24 jam, yang dibagi dalam tiga shift. Mereka bekerja di ruangan khusus berukuran 10 X 10 meter,"ujar Direskrim Polda Metro Jaya Komisaris Besar Djoko Susilo, kepada wartawan Senin (11/4).

Jika melihat laporan tentang tabrak lari tadi, memang waktu yang dibutuhkan dari laporan masyarakat hingga tindakan di lapangan hanya berselang kurang dari 10 menit. Tapi ternyata itu hanya simulasi di hadapan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jendral Firma Gani. Tapi Djoko mengklaim kala dalam situasi normal, responnya hanya sampai 15 menit.

Selain itu, masyarakat juga bisa melihat status kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, apakah sedang diblokir atau tidak. Namun juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Tjiptono, justru menilai kalau fasilitas ini dikhawatirkan akan memberi ruang kepada pelaku pemalsuan surat-surat kendaraan bermotor. "Sebaiknya, dalam sistem itu, terutama dalam intranetnya, dicantumkan juga nomor STNK dan BPKB. Karena kalau nomor rangka dan mesin bisa diketok. Plat nomor juga gampang dipalsu. Tapi nomor STNK dan BPKB, tidak bisa,"katanya.

Selain itu, alat dan sistem yang canggih seperti itu tidak akan berfungsi tanpa adanya partisipasi dari masyarakat. TMC tetap baik untuk mengurangi persoalan di jalan raya. "Inikan proses ke arah yang lebih baik. Jadi yang saya bicarakan ini adalah masukkan untuk masa yang akan datang,"kata Tjiptono.

Raden Rachmadi

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Terminal bus kota Blok M, Jakarta, 1992. [TEMPO/ Hidayat SG; 13D/221/1992; 20030102]. Papan nama terminal bis Pulo Gadung, Jakarta, 22 Agustus 1996 [TEMPO/ Bodi CH; R1A/284/1996; 20010328].
Terminal Blok M
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Proyek Taman Mini Square Dihentikan
Terkait Kasus Menolak Pasien: Walikota Panggi Direktur RSUD
Polisi sita 5 KG Ganja Kering di Depok
Satu Lagi, Tahanan Bojong Gede Tertangkap
Banwasko: Jakarta Timur Sudah Tindaklanjuti Temuan BPK
Sutiyoso Panggil Walikota Jakarta Barat
Pengelola Sampah Bantar Gebang Tak Profesional
Firman Gani : Polisi Harus Bersahabat dengan Masyarakat
Alat Kesehatan RS Duren Sawit Tidak Sesuai Spesifikasi
Polisi Segera Memanggil Penyeleweng Dana Beasiswa
> selengkapnya...


Referensi

Konflik Sampah, Lemahnya Manajemen Persampahan
Kompos, Salah Satu Jalan Keluar Problem Sampah
Reusable Sanitary Landfill, alternatif pengolahan sampah Jakarta
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
> selengkapnya...

Website

Kepolisian Negara Republik Indonesia
Situs Transjakarta-Busway
Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (Perum PPD)
PT Kereta Api Indonesia
Situs Anti-Narkoba Polda Metro Jaya


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data